Tampilkan postingan dengan label Curhat.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2017

Gerakan FIS Mengajar- first time to be a volunteer


Kalau Raisa punya kali kedua maka Fitri punya kali pertama, kali pertama menjadi Volunteer. Kejadiannya sudah sebulan yang lalu, tepatnya ditanggal 18-26 November 2017. Pada kesempatan kali itu, saya menjadi Volunteer dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), tempat saya menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sesuai dengan nama penyelenggaranya maka kegiatan itu pun di beri nama Gerakan FIS Mengajar (GFM).
Gapura Kampung Sindang- dokumentasi Pribadi
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya GFM diadakan selama seminggu, dan berlokasi di Kampung Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan sosial tersebut sebenarnya bersifat umum, mahasiswa dari luar FIS pun sangat diperbolehkan berpartisipasi jika ingin menjadi bagian dari kegaitan GFM tersebut. Sesuai dengan namanya, maka kegiatan GFM ini adalah mengajar, namun tidak menutup diri bahwa ada kegiatan lain diluar mengajar yang bersifat pengabdian kepada masyarakat.

Meski hanya diadakan selama seminggu, GFM ini memberikan banyak sekali pengalaman. Mulai dari pengalaman menginjakan kaki di sawah, mengikuti pawai MTQ, menyusun atau mengkategorikan buku-buku untuk perpustakaan di madrasah, bermain bersama anak-anak, mengajarkan membaca, berhitung, menyanyi lagu Hymne Guru, dan menjadi MC di seminar untuk masyarakat setempat.

Saat mengajarkan membaca di home stay
Dari semua pengalaman itu, ada pengalaman baru ada juga yang memang sudah pernah saya lakukan, tetapi memang lebih dominan pengalaman barunya. Ada pun pengalaman baru tersebut, seperti pengalaman mengajar Sekolah Dasar. Bukannya tidak suka anak-anak, hanya saja saya jarang sekali memiliki kesempatan untuk bercengkrama dengan anak-anak kecil. Hal ini terjadi akibat latar belakang saya yang merupakan anak terkahir dari dua orang bersaudara, dan jarang bertemu dengan keluarga besar (sepupu, ponakan, cucu) karena lokasi yang jauh. Latar belakang tersebut membuat saya menjadi sangat jarang ngemong anak kecil, sehingga merasa sulit ketika harus berinteraksi dengan anak kecil. Melalui GFM ini, saya pada akhirnya menjadi  sedikit lebih lugas berinteraksi dengan anak-anak, tanpa disangka-sangka ternyata saya bisa juga membimbing anak kelas 2 SD untuk belajar membaca dan berhitung, sungguh melegakan.

Selanjutnya pengalaman mengajar menyanyi. Saya yang  sejak sekolah tidak pernah suka pelajaran bernyanyi, karena merasa malu bernyanyi di depan umum, akhirnya melalui GFM saya berani juga bernyanyi di depan umum. Semua berawal dari saya yang harus mengajarkan kepada siswa kelas 6 SD lagu Hymne Guru, yang akan dinyanyikan untuk memperingati hari guru. Tanpa rasa canggung, saya pun akhirnya berani menyanyi di depan kelas memberikan contoh kepada anak-anak, kemudian membimbing mereka untuk bisa menyanyikan lagu Hyme Guru sendiri tanpa iringan saya. Saya sangat tidak menyangka dan merasa senang atas hal ini.



berfoto bersama di jam istirahat sekolah

Menjadi MC dalam seminar pun merupakan pengalaman baru (lagi) bagi saya. Terakhir menjadi MC sebelum GFM itu saat kelas 2 SMA (kalau tidak salah) menjadi MC untuk kegiatan buka bersama anak yatim piatu di sekolah, sudah lama sekali kan. Kemudian saya yang masih suka malu-malu berbicara di depan orang banyak sebagai pemandu acara, akhirnya ditunjuk menjadi MC dan saya mengiyakan karena memang tujuan mengikuti GFM ini untuk berkontribusi dan belajar sesuatu yang baru. Ya meski amatir, meski belum sempurna, saya cukup senang sudah berani (lagi) menjadi MC sebuah kegiatan.

Yang tidak kalah seru dan heboh, pawai MTQ. Sungguh ramai dan heboh sekali acara ini, bertemu, dan berinteraksi dengan banyak orang merupakan hal positif yang saya dapatkan. Melihat antusiasnya masyarakat mengikuti pawai MTQ ini, membuat semangat diri ini, dan membuat saya merasa sangat senang serta beruntung sudah masuk menjadi bagian GFM.
berjalan kaki menuju kegiatan pawai MTQ

Meriahnya pawai MTQ































Ya meskipun tidak mengikuti kegiatan sampai hari terakhir, dan harus sudah pulang duluan di hari kamis tanggal 23 November karena suatu hal penting, tetapi saya merasa sangat senang dan merasa begitu penuh dengan pengalaman baru yang tidak akan terlupakan. Ah, sungguh ramah-ramah sekali masyarakatnya, membuat betah berlama-lama mengabdi disana.

Semoga jaya selalu, Kampung Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Salam rinduku untuk alammu yang indah, dan masyarakat yang ramah. Terimakasih GFM, telah menorehkan kisah baru dalam hidupku.
Ftrrzkm
19/12/17


Jangan pernah takut untuk melakukan suatu hal baru yang bersifat positif. Takutlah untuk melakukan suatu hal baru yang bersifat negatif. Jangan ragu untuk mengexplore diri mencari pengalaman berharga, dan menjalin relasi baik dengan orang lain. Karena kita adalah makhluk sosial yang akan terus berinteraksi dengan sesama” ftrrzkm.

Rabu, 19 Oktober 2016

Pesan untuk Nona

kepada pemberi surat didalam foto ini, amplop suratnya kupinjam dulu ya untuk ilustrasi :)


Aduh sungguh aku tidak mengerti
dengan segala tindak tandukmu yang menyebalkan.
Entah aku yang terlalu sensitif dan peka.
Atau memang kamu yang begitu lewat batas.

Sebelumnya aku ingin bertanya.
Apakah cita-citamu itu ingin menjadi seorang bos?
Jika ya, wah cita-cita yang sangat bagus bukan?
Membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Kemudian, jika benar kamu ingin menjadi bos
sepertinya kamu akan menjadi bos yang amat sangat otoriter.

Mengapa begitu?
Tentu saja! semua sudah terlihat atas sikapmu saat ini.
Kepada temanmu saja seperti itu.
Lalu bagaimana kepada bawahanmu?
Ah semoga kamu tidak memandang rendah mereka.

Kenapa aku bisa berkata seperti itu?
Karena kamu begitu mendominasi segala penjuru ruang yang ada.
Senatiasa ingin pendapatmu didengarkan
namun enggan mendengar pendapat orang lain.
Pendapat orang lain selalu saja kamu cela dengan segala kekurangannya.

Ingin dihargai, namun enggan menghargai.
Senang sekali mengkritik orang lain
namun enggan menerima kritikan dari orang lain.
Kenapa selalu kamu yang lebih murka, padahal kamu yang salah?
Sungguh nona, aku semakin tidak paham dengan apa yang ada di dalam kepalamu.

Ah… cukuplah aku menulis segala keegoisanmu.
Aku hanya berharap, semoga aku tidak termasuk kedalam golongan itu.
Dan berharap semoga segala penilaian panjang lebarku ini salah.
Semoga kamu benar bisa menyangkal segala perspektifku tentangmu.
Wahai manusia dengan segala kubu yang kamu ciptakan.

Tertanda.
Seseorang yang pernah kamu sakiti hatinya dengan sikap dan perbuatanmu.


PS: Sungguh aku tidak menulis ini dengan rasa penuh amarah.
Aku menulis ini dengan rasa santai dan segala ketenangan hati.
Tidak perlu bertanya, aku sudah memaafkan segala yang terjadi.
Namun tidak akan kubiarkan kamu, jika hal sama kembali terulang lagi.
Sekian saja.

Semoga Tuhan meluruskan segalanya, ya nona.

ftrrzkm-

Selasa, 20 September 2016

First Step MABA UNJ.

MPA 2016 (Foto Oleh: Fitri)

Kali ini Fitri selaku admin/pemilik blog ini, yang biasanya nulis yang gombal-gombal atau yang melow-melow, kali ini akan menuliskan tentang First Step Maba UNJ. First artinya pertama, Step artinya langkah, MABA kepanjangan dari Mahasiswa Baru, dan UNJ itu Universitas Negeri Jakarta (buat yang masih belum tau, ini IKIP dulunya). Maka Fitri mengartikannya sebagai “langkah pertama mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta”.

Fitri juga mahasiswa baru, tapi dua tahun lalu jadi mahasiswa barunya, belum tua-tua amat lah ya. Mahasiswa baru bagi Fitri adalah identik dengan wajah cerah, penuh semangat, berbinar, dan bawa map hijau bergambarkan gedung UNJ, nah maka Map hijau adalah langkah pertama bagi MABA UNJ, kenapa? Karena Map hijau itu berisi berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk daftar ulang, maka kesimpulannya adalah daftar ulang merupakan langkah pertama bagi mahasiswa baru UNJ. Sekarang tahu kan apa langkah pertama jadi seorang mahasiswa baru UNJ? Jadi langkah pertamanya bukan cari gebetan buat dijadiin pacar ya, tapi daftar ulang hehe.

Rasanya kurang afdol ya kalo ngomongin langkah pertamanya aja? Lanjut deh ya, langkah selanjutnya habis daftar ulang yaitu mempersiapkan keperluan-keperluan untuk Masa Pengenalan Akademik (sejenis OSPEK) nah MPA ini biasanya berjalan satu minggu, dalam satu minggu rangkaian didalamnya yaitu ada: Brifing MPA fakultas dan jurusan atau prodi, Opening MPA UNJ, MPA fakultas, MPA jurusan atau prodi, yang terakhir closing MPA UNJ.

MPA bukan hanya sekedar MPA tapi ada manfaatnya juga. Nah manfaat MPA bagi penulis sendiri adalah: pertama kita jadi mengenal lingkungan kampus, kedua kita jadi mengenal teman satu jurusan dan teman satu fakultas (menambah teman, gebetan, dan pacar intinya), ketiga kita jadi mengenal dosen-dosen yang nantinya akan mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat (keliatan kan tuh mana yang killer mana yang engga), keempat  kita jadi mengenal kakak senior kita, dan kelima kita jadi mengenal organisasi-organisasi yang ada di kampus. Bermanfaatkan MPA itu? meski lelah, meski harus kena marah kakak senior, tapi semua itu sebanding dengan apa yang kita dapatkan, belum lagi pengalaman yang akan terus kita kenang dari MPA itu sendiri.

Kemudian langkah selanjutnya, bagi kamu anak rantau bisa cari kos-kosan yang mau nampung kamu tentunya. Selain yang mau nampung kamu, cari juga yang tempatnya nyaman dan sesuai karaktermu. Kalo kamu tipe yang suka keramaian bisa cari kontrakan yang nampung sampe 10 orang, atau kos-kosan yang satu kamar bisa berdua dan tetangganya lebih dari 20 kamar. Tapi buat kamu yang sukanya tidak terlalu ramai bisa cari kos-kosan yang satu kamar sendiri aja, dan tetangganya dibawah 5 kamar, ya kayak Fitri gini (ini sudah tahun ke-2 Fitri jadi anak kos kurang gizi).

Pengalaman Fitri sendiri pas “First Step MABA UNJ” menyenangkan kok, penuh bunga dan kebahagiaan. Tapi bunga yang dulu tumbuh mekar kini sudah layu, dan mulai rontok, tapi itu tidak mengurangi kebahagiaanku sebagai Mahasiswa yang kini sedang menjejakan kaki di semester 5. Intinya mengesankan sekali masa-masa jadi MABA (tidak) Ketjehnya kala itu. Setiap mengenang masa-masa itu suka tertawa sendiri seperti yang kurang waras.

Udah ya basa-basi penuh cintanya tentang "Firts Step MABA UNJ"

See you. ftrrzkm-

Ps; Selalu senang ketika lihat mahasiswa-mahasiswa baru yang (masih) penuh semangat.

Tebak aja yang namanya Fitri yang mana (MPA 2014)

Selasa, 01 Desember 2015

Tiga Dalam Satu?

Mungkin ada dua, atau tiga sosok dalam tubuhku.
Mungkin terdengar aneh.
Atau mungkin menyeramkan.
Namun, itu yang terasa.
Detik pertama aku bisa marah sekeras-kerasnya.
Tak lama, aku bisa menangis sejadi-jadinya.

Kemudian, tertawa sekencang-kencangnya.

Ya.
Aneh!

Sekejap menjadi anak kecil penuh dengan rengekan
Sekejap menjadi wanita penuh dengan khayalan dikepalanya
Sekejap kemudian menjadi pria yang sungguh dewasa dan realistis

Aku mungkin gila
Mungkin juga tidak

Aku mungkin hina
Mungkin juga tidak

Aku mungkin sendirian
Mungkin juga tidak

Dan

Mungkin aku kesepian
Mungkin juga itu benar

Anak kecil dalam tubuhku sering tertidur
Namun sewaktu-waktu akan terbangun juga
Dia lebih manja dari anak sematawayang kesayangan ibu
Atau anak bungsu kesayangan ayah
Dia suka sekali sesuatu yang manis, lebih dari permen sekalipun
Dia terkadang menangis tanpa sebab
Merengek dan merajuk

Kemudian
Kembali tertidur
Polos
Dan penuh dengan ketenangan
Anak kecil dalam tubuhku
Sedang terbangun, dan meminta untuk segera di nina bobokan kembali.

Sewaktu-waktu wanita penuh khayalan itu menyambangi diri.
Dia penuh dengan hal manis, sesuatu yang anaak kecil dalam tubuh sukai.
Dia penuh dengan haaraapan-harapan indah dalam benaknya.
Dan dia sering kecewa karena perbuatannya sendiri.

Mudah rapuh
Dan, mudah terluka
Mungkin juga sulit menerima kenyataan

Wanita penuh khayal  di kepalanya, dalam tubuhku
Sedang menyambangi, dan minta untuk ditemani
Agar kesepian tidak merusak khayalan dalam kepalanya

Yang paling langka
Pria dengan kedewasaan dan pikiran realistisnya
Ia dikunci
Ia dikurung
Dan
Ia dipasung

Jarang sekali menampakan diri
Sesekali mungkin tampak
Namun diri dikuasai wanita dengan khayal dikepalanya

Ia sangat bijak, dan penuh dengan kesabaran
Ia begitu tenang mengambil keputusan

Pria dengan kedewasaan dan pikiran realistisnya dalam tubuhku
Sedang berharap untuk dibangkitkan kembali
Sedang berharap lepas dari kurungan yang dikunci dan pasung yang membelenggu diri.

Ya
Terdengar gila dan aneh
Mungkin menyeramkan

Namun
Begitu adanya
Tiga dalam satu
satu yang memperjuangkan diri untuk lebih normal.

Sabtu, 28 November 2015

Jalan Pulang dan Sedikit Waktu untuk Berpikir.

Kalah adalah hal biasa, bukan sesuatu yang harus disesali.
Kesekian kalinya mengikuti lomba dan belum berhasil menyandang gelar juara, merupakan sebuah tanda aku harus lebih giat lagi. Tapi point utama disini bukan untuk mencurahkan isi hati tentang sebuah kekalahan dalam lomba, bukan. Tapi aku seperti biasa ingin mempublikasikan karyaku yang belum berhasil membawa namaku menjadi juara. Karena buatku "dari pada berdebu menjadi arsip saja di laptopku". Langsung saja.....

***


Jalan Pulang dan Sedikit Waktu untuk Berpikir

Aku sangat menikmati setiap jengkal jalan yang kulalui pulang malam ini.
Meski melelahkan, namun terasa melegakan rongga hati.
Terasa menyejukan pikiran, dan menyegarkan akal.
Meski gambaranmu masih tercetak jelas dalam ingatanku.

Kiranya proses untuk benar-benar melepaskan diri akan terasa sulit.
Seperti jeratan benalu pada serat daun.
Sederhana, namun begitu erat dan  mengganggu.
Berulang kali dilepaskan namun berulang kali tumbuh lagi, bahkan lebih lebat dan erat lagi.

Jalan pulang yang senantiasa memberi waktu untuk berpikir.
Jalan pulang yang senantiasa memberi jarak, untuk menyiapkan ketenangan hati.
Jalan pulang yang selalu aku rindukan.
Ini jalan pulang menuju rumah sungguhanku.
Lantas dimanakah jalan pulang menuju rumah hatimu?
Kerlap-kerlip dan silaunya lampu, menambah syahdu perjalanan pulang penuh rindu.

Jalanan rutin yang kulalui, belum mampu melepas jeratmu pada hatiku.
Jalanan rutin yang kulalui, masih terasa kurang dalam memberi waktu untuk pikiranku.
Jalanan rutin yang kulalui, tak bisakah memberiku jawaban?
Jawaban akan perjalanan menuju rumah hati mu, yang harus kuteruskan, atau kutinggalkan.

Jalan pulang yang terasa kurang panjang ini.
Setidaknya dapat memberi sedikit waktu untuk berpikir.
Dan dapat sedikit mencipta ketenangan hati, dan kebebasan pikiran.

Kamis, 02 Juli 2015

Binel Kucing Tiga Warna Dalam keluarga

Mungkin ini akan menjadi seperti sebuah tugas Bahasa Indonesia anak sekolah, mendeskripsikan sesuatu.

Aku punya sesuatu yang sangat lucu, sesuatu yang sangat sering membuat ku rindu, sesuatu yang sangat cantik, dan mampu menghadirkan sebuah senyuman saat diri sedang dilanda kesusahan, ya sebut saja pelipur lara.

Sesuatu itu adalah seekor kucing, kehadirannya yang lama telah didambakan, kucing ku yang diberi nama Binel. Mungkin kedengarannya aneh, tidak seperti nama-nama kucing lain yang banyak digunakan, misalnya “Kitty, Pussy, empus, meong, dll” ya Binel.

Kucing dengan bulu yang dominan berwarna putih, dengan corak hitam, abu, belang, dan coklat. Kucing tiga warna ku, kucing gendut ku yang memiliki bulu tebal dan panjang, imut seperti boneka.

Tingkahnya yang menyebalkan namun mampu mengukir senyuman, lucu, aneh, gilak, tidak wajar, tidak sopan, berisiknya, dan masih banyak lagi. Kamu belum bisa percaya Binel sangat menggemaskan sampai kamu bertemu dengannya.

Binel takut dengan beberapa orang asing, Binel kucing yang mudah terkejut (misalnya saja saat mendengar bunyi petasan), Binel kucing yang sangat suka berburu cicak, Binel kucing yang akan memaksa masuk kerumah sampai “istilahnya gedor-gedor pintu rumah (versi kucing)”, Binel yang suka meminta jajanan manusia *yang mana tidak bisa ku sebut namanya, nanti terkesan promosi*, Binel yang suka menjilat kaki atau tangan ku atau seseorang yang menyentuhnya, ya masih banyak lagi kelakuan Binel si kucing gendut ku.

Saat jarak membuat ku tidak bisa bertemu binel (baca: tertahan oleh kuliah di kosan) dan jarak membuat rindu ku pada Binel tercipta, aku hanya dapat melihat foto-foto lucunya di handphone, dan mendengar rekaman suaranya di handphone ku. Aku belum pernah sebegitu hebatnya menyayangi binatang peliharaan ku, sampai-sampai merindukannya seperti ini, biasanya aku cepat bosan.

Mungkin aku terlihat ‘aneh’ degan menuliskan tentang Binel sampai sebegininya, teman ku saja prihatin. Tapi sungguh, kucing, Binel aku sangat jatuh hati padanya.

Binel kucing gendut tiga warna ku.

ftrrzkm~

Binel Kecil

Binel dan Buku Kuliah ku







#Saat ini Binel sudah lebih besar dari foto-foto di atas.

Jumat, 20 Maret 2015

Fitri 18 tahun, anak kost.


Ya tau sih, kalo misalnya ini akan jadi postingan tidak penting. ya yang lain juga sebenernya postingan enggak penting semua. Sastra bukan, berunsur edukasi juga enggak.
Lagi-lagi Fitri dikejar deadline, iya terus aja gitu kejar-kejaran sama deadline kayak film India.
Fitri ngumpet di balik pohon, si deadline menemukan Fitri di balik pohon itu, terus mereka muter-muter kejar-kejaran ala film India.

Tugas banyak, yang untungnya masih bisa diselesaikan satu persatu (terlepas dari bener atau salahnya yang masih belum pasti). Fabel juga masih belum tersentuh, satu paragraf kemudian mandek. Efek udah jarang nulis cerita-cerita fiksi, apalagi fabel gitu.

Fitri delapan belas tahun, masih kecil sih ya kayaknya. Oke maaf ini enggak tahu diri kalo ngaku masih kecil. Ya tapi usia-usia segini masih labil, jadi mahasiswa juga baru kan. Delapan belas tahun, dan ngekost (terus?) ya gitu deh, ya jadi mandiri sih, meski kalo udah dirumah tetep aja enggak beda sama sebelum ngekost kelakuannya. Ini ceritanya karna banyak tugas, ada kegiatan di kampus, dan satu lain halnya si Fitri yang dikejar-kejar deadline sampe "jatoh" ini enggak bisa pulang ke rumahnya, FYI rumah Fitri ini cuma di Bekasi, err- Kab.Bogor, tapi kepleset dikit masuk Bekasi, ke Bogornya mah jauhh.

Fitri semakin merasa sepi, tsaaah. Terlebih ketika enggak ada kerjaan apa-apa dan Fitri cuma bisa diem. Untungnya Fitri banyak kerjaan, tapi tetep aja diem -_- duh nak.

Fitri tadinya sudah menyusun rencana, dibulan April awal nanti Fitri akan pergi menuju kampung halaman bersama ibu, bapak, dan kakaknya yang suka ngaku ganteng. Tapi semua rencana itu sirna, ketika tanggal 4 april nanti masih ada UTS. Iya kamu benar sekali kawan, Fitri telah menyiapkan segalanya, tetapi semua harus direlakan, tidak apa~ Fitri sudah biasa merelakan segalanya.

Fitri delapan belas tahun, perempuan dan hitam. Ada yang ngingetin Fitri, kalo besok sabtu tanggal 21maret, matahari lagi tepat diatas pulau jawa, entah dia dapet info dari mana, dan Fitri diingetin untuk enggak panas-panasan, takut makin hitam atau keling kali yaa. Fitri itu perempuan jawa atau sunda sih?, darahnya sih darah sunda, tapi ngomong sunda aja berantakan alias enggak bisa. Katanya perempuan sunda itu putih-putih, lah ini keling, ya gak masalah juga sih hahaha.

Makin enggak penting dan enggak jelas aja ini pembahasan.
Ya pokoknya, semoga aja India moment antara Fitri dan deadline bisa terselesaikan.
Semoga aja Fitri anak umur delapan belas tahun ini bisa mengatasi sepinya dan rasa ingin pulang yang tidak tersampaikan.

Rumah Manis Rumah.
Home sweet Home.
Rumah ku istana ku.

Dari Fitri, untuk Fitri setelah hujan reda.

ftrrzkm~

Jumat, 20 Februari 2015

Chuunibyou (Jatuh Cinta dengan Yuuta)

kalem banget mukanya :3
sumber: Google
Aku jatuh cinta sejak pandangan pertama.
Aku jatuh cinta pada Yuuta.
Tapi Yuuta cinta sama Rikka.

Yuuta itu tokoh dalam sebuah anime atau kartun jepang yang berjudul Chuunibyou. Yuuta ini ganteng, tinggi, cute, baik, sabar, ah gitu deh pokoknya. Yang bikin jatuh cinta sama Yuuta adalah, cara dia memperlakukan Rikka, sabar banget, dan dia selalu ngelakuin apapun yang bisa bikin Rikka seneng.

Sumber: google

Berulang-ulang nonton anime yang satu ini, tapi enggak pernah bosen dan tetep kebawa suasana ngeliat adegan-adegannya, apa lagi kalo lagi bagian yang sedih, sudahlah berasa ada irisan bawang merah di depan mata. Awalnya agak bingung sama alurnya, tapi lama-lama ngerti juga, dan memang agak susah dijelaskan hehe. Harus nonton sendiri baru bisa paham sama alurnya.

Dapet anime ini tuh waktu kelas tiga SMA, dapet dari seorang teman, dia otaku, wanita jepang, yang sekarang kuliahnya berhubungan sama jepang juga, dia adalah Anggita Octavi Syukma (Cie ang nama lo gue sebut nih haha) :’).  Jadi pas itu benerannya, lagi kerja kelompok latian drama buat ujian praktek Bahasa Inggris gitu, sambil nunggu pemain yang lain jadilah diskusi soal film gitu, pas itu ada aku, Anggita sama Sukma. Tiba-tiba Sukma nanyain Chuunibyou gitu ke Anggita, aku yang ceritanya benerannya enggak ngerti soal anime mulai kepo, dan keluarlah pertanyaan “Eh, apaan sih?”, “Eh ceritanya tentang apa sih?” dan akhirnya malah disuruh nonton sendiri. Dimasukin lah anime nya ke flashdisk yang sekarang itu flashdisknya udh lenyap (ilang). Sampai di rumah langsunglah pindahin animenya ke komputer. Nonton dan akhirnya mengertilah akan jalan ceritanya. Alurnya gini nih: Ngakak-Ngakak-Nangis-Nangis-Ingusan.

pipinya merah :3
Sumber: Google

Di sekolah diskusi soal Chuunibyou lagi dan sampailah pembahasan pada topik bahwa si Chuunibyou ini ada lanjutannya, sontak aku pun histeris. Wajah yuuta kembali terbayang . Pengen buru-buru nonton jadinya.



Lama nunggu Chuunibyou dua keluar. Akhirnya keluar juga tuh Chuunibyou, tapi satu episode satu episode gitu, yasudah akhirnya aku menunggu sampai semuanya terkumpul.

Chuunibyou dua ini akhirnya didapatkan lagi dari seorang teman. Dia adalah pasangan dari Anggita Octavi Syukma, yaitu Kevin Sandi Munggaran (Vin akhirnya nama lo gue sebut hahaha). Dia otaku juga sama seperti Anggi. Di Chuunibyou ini yuuta makin terlihat ganteng aja, sikapnya makin gentle aja, makin bikin jatuh cinta haha^^. Berulang-ulang anime ini di puter, berulang-ulang juga meleleh karna alurnya. Lagi-lagi enggak pernah bosen, padahal udah disuguhin anime lain yang judulnya Nisekoi. Dan ending dari Nisekoi ini masih ngambang, bikin jadi penasaran sama lanjutannya, karna menurut sang pakar, Nisekoi ini bakal ada lanjutannya.

Tokoh lain dari Chuunibyou yang enggak kalah cute adalah kumin senpai. Asli cewek ini imut banget hih, sukanya tidur siang, rada kekanak-kanakan, tapi terkadang dia bijak juga. Selanjutnya  Dekomori pelayannya Rikka, dia yang terkecil disini, rambutnya pajang banget, cantik kalo lagi di gerai rambutnya, lucu, dan dodol. Rikka pacarnya Yuuta, waktu akhirnya mereka jadian/pacaran(?) aku pun iri, ternyata Rikka yang berhasil memenangkan hati Yuuta. Rikka ini imut, kocak, agak tertutup, tegar, dan selalu mau jadi yang terbaik buat yuuta. Nibutani nah awalnya Yuuta terpesona gitu sama Nibu, tapi ya akhirnya tetep dia sama Rikka. Nibu ini cewek yang cantik, aktif, pinter, supel, selalu bikin siapa aja ketawa, sampe-sampe Kumin Sempai pengen bisa nge-lawak kayak Nibu.

Karakter utama di Chuunibyou
Sumber: Google


Jadi kepikiran chuunibyou ini bakal ada yang ketiga atau enggak?

Ya seperti itu lah pokoknya.

Sekian saja basa-basi penuh cinta dari ftrrzkm.

Ceritanya mau bikin warna baru di blog ini.
Tapi ya gitu. Mohon maaf bila kurang berkenan. 

Jumat, 05 Desember 2014

Sisi Positif, Perjalanan Malam.

Perjalanan malam memang menyeramkan, terlebih jika kamu sendirian.
Tapi meski begitu, aku sangat menikmati perjalanan malam yang terjadi semalam.
Sebenarnya tidak dapat dikategorikan malam, ya baiklah agar lebih rinci kita mulai saja.

*Asal-usul perjalanan setelah magrib.
Perjalanan ini terjadi sekitar pukul 18:15 WIB setelah shalat magrib, sebenarnya ini adalah perjalanan diluar rencana. Rencana sebelumnya adalah aku akan di jemput oleh ayah ku kira-kira pukul 15:00 WIB di kostan samping kampus, namun tiba-tiba ayah ku menelfon memberi kabar, katanya kereta kuda besi (baca: Motor) tidak bisa melintasi jalan yang menuju kostan ku, karena terhalang oleh banjir dan aku dianjurkan untuk pulang besok pagi saja. Aku pun bimbang, aku sudah sangat ingin pulang, rasanya akan sangat melelahkan (hati) bila harus menunggu besok pagi.  Akhirnya terpikirlah ide untuk melakukan perjalanan pulang seorang diri menggunakan kendaraan umum setelah selesai shalat magrib, agar perjalanan terasa tenang.

*pemandangan indah yang membuat semakin rindu ibu.
Keluar pintu gerbang kostan, melintasi rumah warga dan berniat membeli minum untuk dijalan, aku menemukan hal yang menakjubkan. Aku melihat seorang ibu sedang mengajarkan anaknya yang masih balita berwudhu. Subhanallah sungguh indah pemandangan itu, tak henti-hentinya aku tersenyum. Semakin rindulah aku kepada ibu ku dirumah ketika melihat pemandangan itu, sehingga semakin semangat lah aku untuk pulang. Langkah ku semakin cepat, meski bulir-bulir keringat mulai membasahi wajah ku, aku tidak peduli. Aku hanya ingin pulang.

*Kerlap-kerlip kombinasi lampu kendaraan dan lampu jalanan.
Di dalam kendaraan,dan  di ketinggian yang membuat jarak pandang ku terhampar luas, selalu kerlap-kerlip lampu kendaraan dan lampu jalanan  mampu membuat ku terpukau, dan selalu mampu membuat senyum ku semakin berkembang menikmati pesona lampu yang berkilauan. Ya memang ramainya kendaraan di jalan raya selalu mencipta macet, dan macet itu membuat stress, membuat waktu banyak terbuang. Tapi coba nikmati agar rasa stress akan waktu yang terbuang itu setidaknya dapat terobati meski hanya sedikit dengan melihat betapa indahnya kerlap-kerlip lampu yang terhampar dijalan raya itu. Melihatnya seperti melihat berlian yang berkilauan, indah, romantis, dan bercahaya, membuat diri terpesona akan indahnya malam tanpa bintang.

*Trans Jakarta dan LDR Raisa
Hal gila yang ku lalui selanjutnya adalah, berdesakan di dalam Trans Jakarta. Sebenarnya itu adalah hal yang biasa, meski Trans Jakarta senantiasa ramai, aku selalu suka menumpang di dalamnya. Dengan berada di dalamnya membuat ku semakin dekat dengan masyarakat sosial, aku bisa mengamati tiap gerak-gerik yang ada dan mengambil hikmah dari kejadian yang dialami oranglain. Perjalanan pulang kali ini seperti biasa aku lalui sambil mendengarkan radio di handphone ku, berharap aku bisa mendapat informasi tentang jalanan yang akan ku lalui. Saat sedang asyik menikmati suasana di dalam Trans Jakarta, lagu yang terputar di radio yang sedang ku dengar adalah lagu dari Raisa yang berjudul LDR, aku ingin tertawa rasanya. Entah mengapa aku merasa hal ini lucu, aku serasa sedang berada dalam pembuatan video dari lagu LDR ini. Alhasil karena aku tidak mungkin tertawa sendirian, aku hanya tersenyum menahan tawa. Bila diceritakan memang tidak lucu, tapi jika diantara kalian (pembaca tulisan ini) ada yang pernah merasakan hal yang sama, mari kita tertawa bersama hahaha X'D .

*Menunggu nomer 18 dan Romantisme anak smp.
Turun dari Trans Jakarta, bukan berarti urusan ku selesai, aku masih harus menunggu angkutan umum nomer 18. Aku pikir semua akan berjalan lancar ternyata, penantian ku akan nomer 18 ini harus berlangsung lama, karena angkutan 18 ini dipenuhi oleh penumpang-penumpang lain. Saat sedang menunggu sambil menikmati kerlap-kerlip lampu kendaraan, perhatian ku terpecah dengan kehadiran anak SMP yang masih berseragam putih-biru padahal jam sudah menunjukan pukul tujuh lewat hampir setengah delapan. Kehadiran mereka awalnya biasa saja bagi ku, sampai aku menemukan sesuatu yang lain, “sepasang dari mereka bergandengan tangan”. Mungkin pemandangan ini sudah biasa di ibu kota kita, tapi buat ku ini menjadi lucu. Bukannya apa-apa, memang pada jamannya hal ini terlihat amat biasa, tapi setelah aku melewati jamannya dan kembali melirik kebelakang rasanya masih belum pantas, usia mereka rasanya masih terlalu belia bahkan untuk hal ini. Lucu dan aku lagi-lagi menahan tawa, entah aku yang norak atau entahlah, yang jelas aku sudah mendapatkan yang ku tunggu, dia si biru 18 yang akan membawa ku pulang.

*Bapak supir angkot, yang mengingatkan perjuangan seorang ayah mencari nafkah.
Di dalam angkot 18 ini, aku kembali mengamati sekitar sambil masih mendengarkan radio di handphoneku. Posisi ku dekat dengan sang supir angkot, saat sedang berada di tengah kemacetan, sang sopir mendapat panggilan telepon dari handphonenya, dan ia pun mengangkatnya. Sepertinya dari anaknya, karena seakan-akan ia berbicara dengan anak kecil mengatakan bahwa ia sebentar lagi akan pulang dan sekarang sedang dijalan. Seketika aku teringat ayah ku, apa waktu aku kecil aku pernah melakukan hal yang sama seperti anak supir angkot itu?, entah mengapa aku tersenyum menyaksikan kejadian kecil yang manis itu. Aku pun kembali pada dunia ku, mengamati jalanan yang terpampang jelas dihadapan ku.

*Home sweet home.
Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya sampai juga aku di rumah. Bertemu bapak dan ibu ku, kakak ku, dan ditambah bertemu dengan anggota keluarga baru (anak kucing) yang sangat lucu. Ah banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan ini, sungguh menyenangkan sekali perjalanan malam hari ini meski lelah dirasa. Semoga saja perjalanan selanjutnya dapat menemukan pelajaran dan pengalaman baru^^, AAMIIN.

Memandang segala sesuatu dari sudut yang posisitif, tentunya akan lebih melegakan dan membuat segalanya menjadi terasa ringan, Tenang tanpa keluh kesah. Ikhlas, berpikir positif, khusnudzan, dan sabar.

ftrrzkm-




Selasa, 28 Oktober 2014

Hari Blogger Nasional.

Hari ini tanggal 28 Oktober 2014.
Kemarin tanggal 27 Oktober 2014.

Hari ini hari sumpah pemuda ya?, iya enggak sih? -_-"
Kemarin hari blogger nasional ya?, iya kan ya?.

Banyak hal-hal yang aku lewatkan begitu saja, bukannya sok sibuk atau gimana, tapi aku masih penyesuaian mengatur waktu. Maklum masih 'MABA' jadi masih adaptasi gitu, ngatur waktu ngerjain tugas kuliah, sama tugas di kamar (nyuci-nyetrika).
Laptop ini pun jadi jarang dipake buat ngisi blog, karena emang lagi fokus sama yang lain, ah intinya otak ku lagi becabang banget.

Point utamanya adalah "Aku suka nge Blog, aku punya Blog, aku mungkin Blogger" hahaha jadi SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL, *idiiiiiih telaaaat*Digampar* .___." .

harapannya ya semoga blog ini makin berkualitas, karya ku juga makin berkualitas, makin ada jiwanya, enggak cuma curcol-curcol.
terus proyek aku juga lancar hihi^^. mohon doanya semuaaa.

Semangat UTS lah pokoknya.
Semangat jadi anak kost jugaaa, pengen pulaaaang hahaha :').

SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL buat semua blogger dan KOMBUN :3

ah iya sempet keilangan fokus tadi pas lagi ngerjain tugas dengan damai di terbuk -_-. terus? -.- sudahlah aku mau pulang.

sekian

ftrrzkm.
Sendirian di Teater Terbuka (Terbuk) UNJ .

Rabu, 08 Oktober 2014

Buku, Pasar Senen, dan Musholah

                “Jangan menilai buku dari luarnya saja” Sering kita mendengar istilah seperti itu, biasanya digunakan dalam hal ‘mengenal’ kepribadian seseorang, namun kini aku ingin mengaplikasikannya pada sebuah pengalaman membahagiakan yang ku temukan disore hari bersama seorang teman. Hari itu aku dan seorang teman bertekad untuk mencari buku penunjang mata kuliah, di pusat buku-buku bekas tepatnya di Pasar Senen. Banyak mahasiswa-mahasiswa yang dengan santainya mencari buku-buku yang diperlukan disana,dengan berbagai alasan sendiri tentunya, termasuk aku. Aku memilih pasar senen sebagai pemeran utama dalam melengkapi buku-buku mata kuliah karena harga disana cukup jauh lebih murah dibandingkan dengan di toko-toko indah berudara AC. Meski memang kualitas buku yang dipunya berbeda, tidak masalah buat ku, karena yang terpenting adalah ‘isi’nya.

                Setelah berkeliling mencari buku yang ternyata akhirnya tidak mendapatkan apa-apa, aku dan teman ku tersebut memutuskan untuk menunaikan sholat ashar, aku pikir akan sulit mencari musholah ditempat itu , ternyata musholah yang dicari-cari terpampang jelas di depan mata, Alhamdulillah. Setelah memasuki musholah teresebut, subhanallah tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan, musholah tersebut bersih dan rapih serta ber-AC, dan yang terpenting tempat wudhunya terpisah antara laki-laki dan perempuan.

                Inilah mengapa aku sebut jangan menilai buku dari luarnya, ternyata pasar senen yang sangat merakyat itu, memiliki musholah yang nyaman dan bersih, melebihi musholah-musholah yang pernah ku temui di tempat wisata-wisata yang bahkan tempat wudhunya bercampuran antara laki-laki dan perempuan. Sangat bersyukur rasanya saat itu, karena jika dipaksa sholat di kostan kemungkinan tidak akan tepat waktu.

Rabu, 20 Agustus 2014

KOMBUN dan Deadline

Hai, nama aku Fitri Rizka Maulia, yang entah kenapa orang-orang sering salah nulis nama belakang aku, yang entah itu jadi 'maulina' 'maulana' dan lain-lain. Tulisan kali ini bukan mau bahas nama aku yang sering salah sih, cuma mau bahas tentang satu komunitas yang aku ikutin di kampus, ya meskipun aku sama sekali belum aktif di kampus, di ospek aja belum hehe.
Komunitas ini namanya KOMBUN singkatan dari Komunitas Blogger UNJ, logonya ada nih di samping tulisan ini. Kalo ada yang nanya kenapa aku ikutan KOMBUN ini? jawabannya mudah,
1. Aku suka nulis sejak masih SD.
2. Cita-cita terpendam ku itu pengen nerbitin buku kayak kumpulan cerpen , kumpulan puisi, atau novel, ya meski hasil karya ku itu monoton, gitu-gitu aja.
3. Aku ingin belajar, supaya hasil tulisan ku semakin baik, bagus, enak di baca, dan ada manfaatnya.
ya gitu deh jawabannya, hehe.

Beberapa hari belakangan, inspirasi aku bener-bener ilang, mandek jadi mau bikin postingan di blog juga bingung mau bikin apa. Duduk di depan komputer dan sama sekali enggak tau mau nulis apa?, padahal aku ada PR dari kombun, tapi aku belum menyelesaikan PR itu, sampe-sampe sekarang udah tanggal 20 dan hari ini merupakan deadlinenya -_-, satu kata aja belum ada, terus tugas MPA aku juga belum di bikin, iya tugas ospek disuruh bikin essay. Jangan salah kira lho, ini bukan ngeluh, aku bakal tetep kerjain tugas-tugas itu kok, cuma si pelangi inspirasinya bener-bener lagi jalan-jalan ninggalin aku hehehe.

Deadline oh deadline, capek ya di kejar-kejar kamu.
Aku nulis ini untuk latihan aja, latihan siapa tau si pelangi inspirasi pulang dan memberi ku ide-ide cemerlang.
Semoga. Tetep semangat !!!. nyemangatin diri sendiri ceritanya hehe.

Untuk mu Deadline, aku bakal tulis secepatnya tugas-tugas ku biar kamu enggak ngejar-ngejar aku, capek soalnya hihihi^^/

well, film selanjutnya yang akan di putar di bioskop adalah ->
Fitri di kejar Deadline.

sekian~

Selasa, 05 Agustus 2014

Rumah Allah, aku, kamu, dan lainnya.

Sadar atau tidak, banyak aktivitas yang telah kita lalui bersama di dalam rumah Allah ini.
Rumah Allah yang berdiri di pojok sekolah, sederhana bangunannya, berjuta kenangan di dalamnya.
Membersihkannya bersama, seraya tertawa bahagia karna kebersamaan yang indah.
Pulang sekolah senantiasa menjadi waktu bagi kita berkumpul.
Berkumpul untuk sekedar menyapa, sholat berjamaah, berdiskusi, atau tak jarang saling mencurahkan isi hati.

Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.
Membuat kita sama-sama terjebak di dalam rumah Allah.
Tak apa, setidaknya hujan memberikan waktu untuk kita berkumpul lebih lama.
Karena hujan selalu membawa cerita disetiap tetes airnya yang jatuh.

Makanan kecil atau sepiring rujak terkadang menemani setiap candaan dan topik pembicaraan kita.
Membuatnya sendiri, atau seringnya membeli dari ibu kantin dan pedagang rujak pinggir jalan.
Sedikit memang, tapi menyimpan beribu kenangan yang tak terlupakan.
Tak jarang kalian membagi bekal nasi kalian kepada ku, menyuapi ku atau ku ambil sendiri.

Kalian selalu membuat rindu, iya kamu juga.
Banyak sekali kenangan yang telah kita ciptakan bersama.
Dan kenangan itu tidak akan terlupakan.
Bagaimana bisa terlupakan?, bila setiap incinya begitu indah dan sayang bila di lewatkan.

Jangan ragu untuk bercerita.
Jangan ragu untuk bertanya.
Jangan ragu untuk menangis dan bermanja-manja dipangkuan ku seperti seorang anak pada ibunya.
Meski saat ini jarak kita terpaut jauh.
Aku akan selalu merindukan mu, kalian.

Terimakasih telah membuat ku belajar menjadi seorang yang dewasa.
Meski tak jarang pikiran-pikiran kalian yang lebih dewasa dari ku.
Sudah, aku ingin menangis saja rasanya, menangis bahagia bisa mengenal mu, kalian.

Sekian saja, aku Fitri Rizka Maulia yang sangat bahagia bisa bertmu adik-adik manis seperti kalian.
Membuat ku merasakan menjadi seorang kakak yang harus bertanggung jawab atas kalian meski sebenarnya aku adalah seorang adik dirumah.
Bahagia bisa mengenal mu, kalian :)
Keputrian Rohis Nurul iman.
semoga kalian membaca catatan kecil yang membosankan ini.
Terimakasih juga untuk kakak-kakak yang telah
mengajari ku selama ini :')

ini aku.
ftrtrzkm

Senin, 14 Juli 2014

Langit Malam Senin 14 Juli 2014.

Assalamualaikum.
selamat malam.
good night.

Hari ini adalah hari senin tanggal 14 juli 2014 sesuai dengan judul yang tertera dilayar kaca(?).
Untuk tulisan kali ini, mau merubah gaya tulisannya, yang biasanya puisi-puisi *emang itu puisi ya?* untuk kali ini mau bikin kayak gini aja.

Ceritanya berawal dari aktivitas setelah berbuka puasa dan sholat magrib yaitu sholat taraweh.
Keluar rumah, memakai sendal jepit dan entah terjadi begitu saja, kepala ku menengadah ke atas dan jreeng jreeng.......... BINTANG BERTEBARAN DI LANGIT :3 indaaah banget , Subhanallah ciptaan Allah :'). Terharu bgt liatnya, soalnya jarang-jarang liat bintang sebanyak itu apalagi kemarin bintang dan bulannya abis ngumpet, soalnya langitnya abis nangis seharian. Tapi..... Bulannya tak terlihat :( atau aku yang tidak melihat?.

Bicara tentang bintang dulu waktu kecil, pernah berharap ada bintang jatoh*kebanyakan nonton kartun kayaknya*. Terus aku nanya sama kakak , iya kakak kandung bukan kakak-kakakan*eh ._. . aku tanya,
"A, bintang jatuh itu beneran ada gak?"
"enggak ada lah, bintang itu gede , kalo jatoh bumi bisa ancur"
ya kira-kira gitulah, aku udah lupa, udah lama bingit soalnya .___.a , hehe.

tadi semepet mikir, kenapa bintangnya munculnya enggak kemarin aja? soalnya........ hahaha skip.

ya pokoknya intinya mah, hari ini langit malam sangat indah dihiasi pernak-pernik alaminya, Bintang, Bulan dan lampu pesawat yang berkelap-kelip. Mungkin lagit sedang bahagia hari ini, karena sejak pagi tadi langit begitu biru, cerah dan cantik dihiasi awan putih dan matahari tanpa mendung seperti kemarin :).

Indah sungguh indah ciptaan Allah.
mudah-mudahan rasa syukur ini semakin bertambah.

sekian saja, mulai kehabisan ide.

Ftrrzkm
Senin 14 Juli 2014, 22:14 di depan layar komputer.

Senin, 23 Juni 2014

Lupa Bersyukur.


Kadang aku sering lupa bersyukur.
Dalam artian lebih banyak mengeluh.
Semoga Allah tak marah pada ku, marah atas sikap ku ini.

Aku lupa bahwa aku masih lebih beruntung dari yang kurang beruntung.
Tetapi masih saja aku sering mengeluh.
Memasang tampang menyebalkan dan berkeluh kesah.
Padahal itu tak akan menyelesaikan masalah.
Spontan saja itu ku lakukan, kebiasaan buruk memang.

Seringkali nikmat pun menjadi cobaan.
Bahkan menurutku cobaan atas nikmat yang didapat lebih sulit untuk dihadapi.
Kenapa?, mari kita pikirkan.
Bila susah kita akan lebih mudah dekat dengan-Nya , jika senang? Tak jarang kita mulai lalai lagi.

Jangan di ambil hati, mungkin itu hanya pendapat ku saja, semoga tidak benar ya :) .

Tapi sungguh kenikmatan yang kita dapat merupakan cobaan terberat.
Akan kah kita ingat pada-Nya seperti saat sulit, atau malah sebaliknya?.

Sering aku mengeluh, padahal nikmat yang berikan oleh Allah tak terkira luasnya.
Tak percaya?.
Coba saja hitung nikmat yang diberikan oleh Allah sendari kita lahir?.
Terhitungkah oleh digit kalkulator kita?.

Ya aku memang manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan.
Semoga Allah mau memaafkan segala khilaf dan prilaku yang sering merasa kurang ini.
Tentu Allah mau memaafkan, karna Allah maha pengasih lagi maha penyayang, senantiasa mengampuni hambanya yang mau bertobat dan berubah, InsyaAllah :).

Sabar, syukur, berhusnudzan, tawakal dan tetap istiqomah dijalannya.
lagi-lagi tentang hijrah "menuntun bukan menuntut"

Kamu patut bersyukur . Kamu punya segalanya-ftrrzkm