Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2018

Berpetualang Keliling Taman Kota (1)


     Taman menurut KBBI adalah kebun yanh ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya (tempat bersenang-senang), tempat (yang menyenangkan dan sebagainya).

     Ya, sesuai definisinya taman memang tempat yang menyenangkan, setidaknya hal ini berlaku bagi saya sebab saya suka sekali mengunjungi taman-taman yang ada ditengah kota. Kenapa taman yang ada tengah kota? Karena merasa kagum saja, ditengah kota yang sumpek dan penuh kemacetan ada taman yang berdiri syahdu, dan memang setiap kota butuh taman sebagai ruang hijau agar saling melengkapi.

     Kali ini, saya akan membahas mengenai aktivitas apa saja yang dapat kita lakukan di Taman dan beberapa taman yang pernah saya kunjungi, tidak banyak memang, namun barangkali bisa jadi referensi bagi para pembaca yang sampai pada halaman ini.

     Sebelumnya saya mengatakan jika saya suka sekali mengunjungi taman, kenapa ya kok saya begitu suka mengunjungi taman? Sebab taman itu bagi saya sejuk, menenangkan, dan murah meriah (ini yang paling penting, sebab menciptakan hiburan bagi diri sendiri itu tidak selalu harus yang mahal, hehehe).

     Apasih yang bikin menyenangkannya itu? yang bikin menyenangkan itu adalah di sana kita bisa melakukan berbagai aktivitas, dan kita juga bisa melihat banyak orang disatu tempat yang sama tetapi sedang melakukan aktivitas yang berbeda-beda, karena kadang dari apa yang kita amati di sekeliling kita bisa menimbulkan pemikiran, pemahaman, atau pelajaran baru yang positif (sebut saja menghayati alam dengan sederhana).

     Melakukan berbagai aktivitas? Emang aktivitas apa aja yang bisa kita lakukan di Taman? Bukannya bosenin banget ya? Oh… tentu tidak, selama kita masih punya kreativitas, kita pasti bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan setidaknya bagi diri kita sendiri. Berikut ini beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan di Taman, versi Fitri!

1. Hunting Foto

Salah satu hasil hunting foto oleh Fitri
Nah, buat yang suka banget sama fotografi atau yang suka banget jadi model dari fotografer, hunting foto merupakan salah satu aktivitas yang bisa dilakukan di Taman. Ya kayak saya ini, saya suka banget foto-foto, mengabadikan momen sekitar. Berbekal kamera handphone, kamera digital, atau kamera analog mungkin, kita bisa melakukan hunting foto di Taman, sebab objeknya beragam. Kalau saya pribadi sih, pakenya kamera handphone,dan kamera digital biasa (bukan DSLR) dan biasanya yang difoto itu pohon, lampu, langit, bunga ya gitu-gitu deh bukan objek diri sendiri (selfie) hal ini juga yang bikin tidak masalah bagi saya mengunjungi taman sendirian hehe. Oh iya, jangan salah lho ya di Taman juga banyak lho yang melakukan sesi foto Prewedding, berarti taman memang cocok kan untuk dijadikan tempat untuk hunting foto?

2. Piknik

Piknik di bawah pohon rindang
foto by: ftrrzkm
Piknik juga bisa dilakukan di Taman lho, piknik dengan siapa yang bisa dilakukan di Taman? dengan siapa saja orang yang kita cintai, seperti dengan keluarga, sahabat, kekasih, atau komunitas serta organisasi yang kita ikuti. Berbekal makanan dan minuman yang dibawa dari rumah, kita bisa melakukan quality time dengan orang yang kita cintai dengan suasana baru, dan murah meriah tentunya hehe. Jangan lupa abadikan momen bersama dengan berfoto atau melakukan wefie, dan  sampah bekas makan dan minumnya dibuang ke tempat sampah ya! agar taman yang kita kunjungi tetap terjaga keindahan dan kebersihannya J.

3. Jajan
Nom nom nom, siapa yang suka makan? Siapa yang suka ngemil? Ya hampir semua dari kita pasti suka makan atau ngemil ya kan, nah di Taman kita bisa jajan lho sambil bersantai menikmati suasana sore hari yang sejuk, karena di Taman terdapat berbagai penjaja makanan dan minuman seperti, tahu gejrot, es krim, dan minuman rasa-rasa lainnya yang cocok untuk bersantai. Kalau pengalaman saya di taman, pernah membeli yogurt home made yang dijajakan oleh seorang ibu-ibu dengan cara berkeliling taman, dan enak sekali rasanya. Intinya selain pejaja makanan/minuman yang biasa mangkal di taman, ada juga penjaja makanan/minuman yang berkeliling.

4. Baca Buku
Perpustakaan Keliling
foto by: ftrrzkm
Aktivitas ini cocok buat kamu yang suka sekali membaca buku, tetapi merasa bosan jika membaca buku hanya di dalam ruangan tertutup saja (seperti kamar, ruang tamu, dan perpustakaan). Maka membaca buku di taman, patut kamu coba sebab terasa menyenangkan dan menyejukan pikiran serta jiwamu. Jika merasa takut akan terganggu karena suara-suara bising, kamu bisa membaca buku di taman sambil mendengarkan lagu favoritmu, semakin menyenangkan bukan? Selain itu terkadang dibeberapa taman ada lho perpustakaan kelilingnya, maka jika kamu kehabisan bahan bacaan di rumah, bisa deh di coba pergi ke taman yang ada perpustakaan kelilingnya.

5. Nugas
Pusing saat mengerjakan tugas? Butuh suasana baru dalam mengerjakan tugas? Cobain deh mengerjakan tugasnya di taman, tetapi yang perlu diketahui jarang sekali taman yang menyediakan free wifi, maka tidak seperti saat mengerjakan tugas di perpustakaan, apabila kita mengerjakan tugas di taman, siapkanlah quota internet! Hal ini pernah saya lakukan, dan rasanya mengerjakan tugas menjadi menyenangkan karena otak kita juga butuh suasana baru, untuk melancarkan jalan pikirnya, agar tidak mumet akibat rasa sumpek. Tidak Cuma mengerjakan tugas saja, mengerjakan skripsi juga bisa lho, apalagi skripsi itu terkadang terasa berat dan membosankan ya, maka butuh sesuatu yang baru untuk menyegarkan, itung-itung sambil menyelam minum air (refreshing+produktif)

6. Olahraga
Olahraga memanfaatkan alat fitnes yang ada di Taman
foto by: ftrrzkm
Iyaaa, taman juga cocok sekali untuk melakukan aktivitas olahraga, senam atau jogging bisa menjadi pilihan. Pada akhir pekan khususnya, taman biasa dipadati oleh mereka yang ingin berolahraga, entah sendirian sambil mendengarkan lagu, bersama keluaga, atau bersama kekasih. Bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan juga bisa lho olahraga sambil membawa hewan peliharaannya jalan-jalan, dan taman menjadi salah satu tempat yang recommended hehehe.


     Jadi, begitulah 6 aktivitas yang dapat kita lakukan di taman versi Fitri. Jika ada aktivitas lain yang menurut pembaca dapat dilakukan di taman, boleh lho share di kolom komentar.

Oh iya taman mana aja nih yang sudah pernah Fitri kunjungi? Ah ya! Hampir lupa, jadi taman yang pernah saya kunjungi itu kurang lebih ada lima taman, empat diantaranya merupakan taman kota yang masih berada disatu daerah yang sama, yaitu daerah sekitar Menteng Jakarta Pusat. Empat taman tersebut adalah, Taman Menteng, Taman Kodok, Taman Suropati, dan Taman Situ Lembang (bukan di Bandung). Kemudian satu taman lainnya, berada di daerah cibubur yaitu Taman Wiladatika. Dari kelima taman tersebut, yang perlu tiket masuk hanya taman Wiladatika, selebihnya gratis! Untuk ulasan lengkap kelima taman tersebut, bisa ditunggu pada postingan selanjutnya ya.

Sekian saja dari ftrrzkm-
See you!



Selasa, 19 Desember 2017

Gerakan FIS Mengajar- first time to be a volunteer


Kalau Raisa punya kali kedua maka Fitri punya kali pertama, kali pertama menjadi Volunteer. Kejadiannya sudah sebulan yang lalu, tepatnya ditanggal 18-26 November 2017. Pada kesempatan kali itu, saya menjadi Volunteer dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), tempat saya menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sesuai dengan nama penyelenggaranya maka kegiatan itu pun di beri nama Gerakan FIS Mengajar (GFM).
Gapura Kampung Sindang- dokumentasi Pribadi
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya GFM diadakan selama seminggu, dan berlokasi di Kampung Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan sosial tersebut sebenarnya bersifat umum, mahasiswa dari luar FIS pun sangat diperbolehkan berpartisipasi jika ingin menjadi bagian dari kegaitan GFM tersebut. Sesuai dengan namanya, maka kegiatan GFM ini adalah mengajar, namun tidak menutup diri bahwa ada kegiatan lain diluar mengajar yang bersifat pengabdian kepada masyarakat.

Meski hanya diadakan selama seminggu, GFM ini memberikan banyak sekali pengalaman. Mulai dari pengalaman menginjakan kaki di sawah, mengikuti pawai MTQ, menyusun atau mengkategorikan buku-buku untuk perpustakaan di madrasah, bermain bersama anak-anak, mengajarkan membaca, berhitung, menyanyi lagu Hymne Guru, dan menjadi MC di seminar untuk masyarakat setempat.

Saat mengajarkan membaca di home stay
Dari semua pengalaman itu, ada pengalaman baru ada juga yang memang sudah pernah saya lakukan, tetapi memang lebih dominan pengalaman barunya. Ada pun pengalaman baru tersebut, seperti pengalaman mengajar Sekolah Dasar. Bukannya tidak suka anak-anak, hanya saja saya jarang sekali memiliki kesempatan untuk bercengkrama dengan anak-anak kecil. Hal ini terjadi akibat latar belakang saya yang merupakan anak terkahir dari dua orang bersaudara, dan jarang bertemu dengan keluarga besar (sepupu, ponakan, cucu) karena lokasi yang jauh. Latar belakang tersebut membuat saya menjadi sangat jarang ngemong anak kecil, sehingga merasa sulit ketika harus berinteraksi dengan anak kecil. Melalui GFM ini, saya pada akhirnya menjadi  sedikit lebih lugas berinteraksi dengan anak-anak, tanpa disangka-sangka ternyata saya bisa juga membimbing anak kelas 2 SD untuk belajar membaca dan berhitung, sungguh melegakan.

Selanjutnya pengalaman mengajar menyanyi. Saya yang  sejak sekolah tidak pernah suka pelajaran bernyanyi, karena merasa malu bernyanyi di depan umum, akhirnya melalui GFM saya berani juga bernyanyi di depan umum. Semua berawal dari saya yang harus mengajarkan kepada siswa kelas 6 SD lagu Hymne Guru, yang akan dinyanyikan untuk memperingati hari guru. Tanpa rasa canggung, saya pun akhirnya berani menyanyi di depan kelas memberikan contoh kepada anak-anak, kemudian membimbing mereka untuk bisa menyanyikan lagu Hyme Guru sendiri tanpa iringan saya. Saya sangat tidak menyangka dan merasa senang atas hal ini.



berfoto bersama di jam istirahat sekolah

Menjadi MC dalam seminar pun merupakan pengalaman baru (lagi) bagi saya. Terakhir menjadi MC sebelum GFM itu saat kelas 2 SMA (kalau tidak salah) menjadi MC untuk kegiatan buka bersama anak yatim piatu di sekolah, sudah lama sekali kan. Kemudian saya yang masih suka malu-malu berbicara di depan orang banyak sebagai pemandu acara, akhirnya ditunjuk menjadi MC dan saya mengiyakan karena memang tujuan mengikuti GFM ini untuk berkontribusi dan belajar sesuatu yang baru. Ya meski amatir, meski belum sempurna, saya cukup senang sudah berani (lagi) menjadi MC sebuah kegiatan.

Yang tidak kalah seru dan heboh, pawai MTQ. Sungguh ramai dan heboh sekali acara ini, bertemu, dan berinteraksi dengan banyak orang merupakan hal positif yang saya dapatkan. Melihat antusiasnya masyarakat mengikuti pawai MTQ ini, membuat semangat diri ini, dan membuat saya merasa sangat senang serta beruntung sudah masuk menjadi bagian GFM.
berjalan kaki menuju kegiatan pawai MTQ

Meriahnya pawai MTQ































Ya meskipun tidak mengikuti kegiatan sampai hari terakhir, dan harus sudah pulang duluan di hari kamis tanggal 23 November karena suatu hal penting, tetapi saya merasa sangat senang dan merasa begitu penuh dengan pengalaman baru yang tidak akan terlupakan. Ah, sungguh ramah-ramah sekali masyarakatnya, membuat betah berlama-lama mengabdi disana.

Semoga jaya selalu, Kampung Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Salam rinduku untuk alammu yang indah, dan masyarakat yang ramah. Terimakasih GFM, telah menorehkan kisah baru dalam hidupku.
Ftrrzkm
19/12/17


Jangan pernah takut untuk melakukan suatu hal baru yang bersifat positif. Takutlah untuk melakukan suatu hal baru yang bersifat negatif. Jangan ragu untuk mengexplore diri mencari pengalaman berharga, dan menjalin relasi baik dengan orang lain. Karena kita adalah makhluk sosial yang akan terus berinteraksi dengan sesama” ftrrzkm.

Rabu, 02 November 2016

SRINGOPI "Kopi dan Cokelat"



Ini adalah kali pertama Fitri menuliskan tema tentang “KULINER”, meskipun kali pertama bukan berarti Fitri tidak pernah makan, melainkan makan ya makan saja tidak dituangkan ke dalam bentuk tulisan hehe. Yup langsung saja yaaa~

Pada suatu hari Fitri pergi bersama Shita dan Rizka ke sebuah tempat “nongkrong” yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tempat ini merupakan rekomendasi dari Shita (yang sebelumnya sudah lebih dulu mengunjungi tempat ini) dan tempat ini bernama “Sringopi”, yap dari namanya saja sudah jelaskan? Ngopi=minum kopi. Meskipun begitu di Sringopi ini tidak hanya disajikan kopi saja, melainkan banyak menu minuman lainnya aneka teh, susu, cokelat, makanan kecil pun ada. Tag line dari Sringopi ini adalah “Sringopi Kopi dan Cokelat” “Sringopi WARKOP-nya Indonesia” itu sih kira-kira yang Fitri baca.

Menu yang Fitri coba untuk pertama kalinya di Sringopi yaitu cokelat blackforest, kemudian Shita memesan susu avocado, sedangkan Rizka memesan es kopi mangga. Dan pada sedotan pertama cokelat blackforest itu, surga sekali rasanya sungguh, kenikmatan cokelat yang dipadu dengan rasa blackforest, bahkan fitri pun curiga jangan-jangan rasa dari blackforest itu berasal dari tart blackforest yang diblender dengan coklat. Manis cokelatnya pun pas tidak terlalu pekat yang biasanya membuat perut agak sedikit mual dan tenggorokan tercekat lengket, pokoknya 5 bintang, 4 jempol untuk Cokelat Blackforest Sringopi. Susu Avocado, dan Es Kopi Mangganya pun tidak kalah enak (Fitri tahu rasanya, karena sempat mencicipi menu yang dipesan oleh Rizka, dan Shita itu hehe).

Penampakan Cokelat Blackforest, Es Kopi Mangga, dan Susu Avocado

Ada satu menu di Sringopi yang membuat Fitri penasaran yaitu, cokelat tiramisu. Lain waktu jika ada kesempatan untuk menyambangi Sringopi lagi, tentu Fitri akan memesan cokelat tiramisu itu, dari namanya saja sudah cukup menggoda ya. Dari segi harga di Sringopi ini bagi Fitri lumayan mahal, namun sebenarnya sepadan dengan apa yang disajikan, dari hasil penjelajahan menu, kisaran harga di Sringopi ini 25k-50k. Dan terkejut serta bahagia lah Fitri ketika untuk pertama kali transaksi mendapatkan “Member Card” Gratissss!! Namanya “Sringcard” yeaay.

SRINGCARD



Tata ruang atau suasana ruang di Sringopi bisa dibilang nyaman, karena ada Indoor dan outdoor. Selain itu hiasan dindingnya pun menarik, kursi-kursi yang full color juga sangat mendukung suasana, dan tidak lupa di Sringopi disediakan permainan-permainan seperti monopoli, kartu, dll, dan ada free wifi lhoo nyaman bukan?. Oh iya, lokasi Sringopi ini sendiri ada di Jln. Gardenia Utara Raya. Blok Br I No 5. Ruko Galaxy Residence- Bekasi.
Outdoor Sringopi












Kasir













Suasana Sringopi yang Full Color






















More Information:

IG/Twitter: @SRINGOPI

FB: SRINGOPI ID

Email: Sringopi ID


Telepon: 021-29088482





Selasa, 20 September 2016

First Step MABA UNJ.

MPA 2016 (Foto Oleh: Fitri)

Kali ini Fitri selaku admin/pemilik blog ini, yang biasanya nulis yang gombal-gombal atau yang melow-melow, kali ini akan menuliskan tentang First Step Maba UNJ. First artinya pertama, Step artinya langkah, MABA kepanjangan dari Mahasiswa Baru, dan UNJ itu Universitas Negeri Jakarta (buat yang masih belum tau, ini IKIP dulunya). Maka Fitri mengartikannya sebagai “langkah pertama mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta”.

Fitri juga mahasiswa baru, tapi dua tahun lalu jadi mahasiswa barunya, belum tua-tua amat lah ya. Mahasiswa baru bagi Fitri adalah identik dengan wajah cerah, penuh semangat, berbinar, dan bawa map hijau bergambarkan gedung UNJ, nah maka Map hijau adalah langkah pertama bagi MABA UNJ, kenapa? Karena Map hijau itu berisi berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk daftar ulang, maka kesimpulannya adalah daftar ulang merupakan langkah pertama bagi mahasiswa baru UNJ. Sekarang tahu kan apa langkah pertama jadi seorang mahasiswa baru UNJ? Jadi langkah pertamanya bukan cari gebetan buat dijadiin pacar ya, tapi daftar ulang hehe.

Rasanya kurang afdol ya kalo ngomongin langkah pertamanya aja? Lanjut deh ya, langkah selanjutnya habis daftar ulang yaitu mempersiapkan keperluan-keperluan untuk Masa Pengenalan Akademik (sejenis OSPEK) nah MPA ini biasanya berjalan satu minggu, dalam satu minggu rangkaian didalamnya yaitu ada: Brifing MPA fakultas dan jurusan atau prodi, Opening MPA UNJ, MPA fakultas, MPA jurusan atau prodi, yang terakhir closing MPA UNJ.

MPA bukan hanya sekedar MPA tapi ada manfaatnya juga. Nah manfaat MPA bagi penulis sendiri adalah: pertama kita jadi mengenal lingkungan kampus, kedua kita jadi mengenal teman satu jurusan dan teman satu fakultas (menambah teman, gebetan, dan pacar intinya), ketiga kita jadi mengenal dosen-dosen yang nantinya akan mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat (keliatan kan tuh mana yang killer mana yang engga), keempat  kita jadi mengenal kakak senior kita, dan kelima kita jadi mengenal organisasi-organisasi yang ada di kampus. Bermanfaatkan MPA itu? meski lelah, meski harus kena marah kakak senior, tapi semua itu sebanding dengan apa yang kita dapatkan, belum lagi pengalaman yang akan terus kita kenang dari MPA itu sendiri.

Kemudian langkah selanjutnya, bagi kamu anak rantau bisa cari kos-kosan yang mau nampung kamu tentunya. Selain yang mau nampung kamu, cari juga yang tempatnya nyaman dan sesuai karaktermu. Kalo kamu tipe yang suka keramaian bisa cari kontrakan yang nampung sampe 10 orang, atau kos-kosan yang satu kamar bisa berdua dan tetangganya lebih dari 20 kamar. Tapi buat kamu yang sukanya tidak terlalu ramai bisa cari kos-kosan yang satu kamar sendiri aja, dan tetangganya dibawah 5 kamar, ya kayak Fitri gini (ini sudah tahun ke-2 Fitri jadi anak kos kurang gizi).

Pengalaman Fitri sendiri pas “First Step MABA UNJ” menyenangkan kok, penuh bunga dan kebahagiaan. Tapi bunga yang dulu tumbuh mekar kini sudah layu, dan mulai rontok, tapi itu tidak mengurangi kebahagiaanku sebagai Mahasiswa yang kini sedang menjejakan kaki di semester 5. Intinya mengesankan sekali masa-masa jadi MABA (tidak) Ketjehnya kala itu. Setiap mengenang masa-masa itu suka tertawa sendiri seperti yang kurang waras.

Udah ya basa-basi penuh cintanya tentang "Firts Step MABA UNJ"

See you. ftrrzkm-

Ps; Selalu senang ketika lihat mahasiswa-mahasiswa baru yang (masih) penuh semangat.

Tebak aja yang namanya Fitri yang mana (MPA 2014)

Sabtu, 30 April 2016

Tips Pulang Malam Seorang Diri

Pulang malam mungkin menjadi suatu hal yang melelahkan bagi sebagian orang dan mengkhawatirkan bagi sebagian wanita (mungkin), tidak  jarang rasa bosan pun menghinggapi, apalagi ketika harus menaiki transportasi umum. Maka disini akan dibahas mengenai beberapa tips menghadapi rasa lelah, rasa khawatir, dan rasa bosan ketika mengalami pulang malam seorang diri menggunakan transportasi umum.

1. Hayati Keadaan Sekitar dengan Penuh Makna
Menghayati keadaan sekitar dengan sederhana dan penuh makna ini dapat membuat rasa lelah dan bosan menjadi agak berkurang, selain itu dapat membuat inspirasi-inspirasi berdatangan dalam kepala bagaikan “pelangi setelah hujan yang diselimuti mendung”. Lemparkan pandangan keluar jendela, atau lihatlah lampu-lampu jalanan dan kendaraan  yang lalu-lalang seakan berkilauan.

2. Jangan Pernah Merasa Sendiri
Ketika rasa khawatir atau takut menghinggapi diri, sadarlah bahwa kita tidak pernah sendirian ketika menaiki transportasi umum. Ada pak supir, ada kenek, ada penumpang lain maka jangan pernah merasa sendiri.  Karena jika terjadi apa-apa pun ada orang disekitar yang bisa menolong jika kita meminta tolong.

3. Pasang Headset dengarkan Radio atau Lagu favorit
Selain dapat mencegah rasa bosan hal ini juga dapat membuat kita tidak merasa kesepian, atau merasa sendiri. Pasang lagu favorit dalam playlist atau putar radio favorit yang dapat menghibur, hal ini dapat menghilangkan stress karena macet juga dapat mendukung penghayatan sederhana yang memunculkan inspirasi. Perjalanan panjang menjadi terasa singkat dan menyenangkan.

4. Baca buku baru, atau baca ulang buku lama
Cara ini cukup efisien bagi kita yang jarang memiliki waktu luang untuk membaca buku. Bawalah buku yang sedang ingin dihabiskan atau buku yang ingin dibaca ulang dalam perjalanan. Selain dapat memperluas wawasan dan menghemat waktu, membaca buku dalam perjalanan pun dapat menghindarkan diri dari rasa bosan dan lelah, perjalanan menjadi tak terasa.

Yak sekiranya itu tips “perjalanan malam seorang diri dengan angkutan umum” ala Fitri Rizka Maulia. Cara-cara tersebut sudah dicoba sendiri, dan dapat dikombinasikan satu sama lainnya lho. Misalnya saja mendengarkan musik sambil menghayati keadaan sekitar, atau sambil membaca buku asik sekali bukan?
Semoga bermanfaat ;)


Ftrrzkm

Jumat, 15 Januari 2016

Cerita Secangkir Kopi

Kamu tahu?
Meski pun sudah sering merasa sakit karenanya
aku tetap menyukainya, tetap menikmati sore hariku bersamanya.
Ya dia yang selalu membuat perutku sakit melilit

terkadang mual, dan mulas, atau kembung.

Ya, kamu benar tentangnya.
Dia adalah secangkir kopi yang sudah diracik oleh tangan pabrik
yang untuk menghidangkannya tak perlu waktu lama
harum, dengan kombinasi pahit-manis yang menyenangkan juga menyegarkan.

Mungkin, tidak bisa lebih dari dua gelas dalam seminggu
mungkin juga bisa lebih dari itu
entahlah, semuanya hanya terkaan semata.
Terkaan berdasar pengalaman selama ini
setiap cangkir ketiga selesai
sakit itu selalu datang
tentu tanpa kenal apa yang akan, atau yang sedang kukerjakan.

Ingatanku kembali mejamah memori masalalu tentang kopi dalam cangkir.

Cerita Pertama
Kelas Satu SMA

     Saat itu ujian tengah semester tengah berlangsung, aku yang esok harinya akan menghadapi matematika merasa butuh kopi. Itu bukanlah cangkir pertamaku dalam pekan ujian tersebut, melainkan cangkir ketiga di hari ketiga. Aku meneguknya di sore hari, tanpa berpikir apa yang sebelumnya kumasukan untuk mengisi perut. Alhasil? Malam harinya aku mual, dan muntah, sama sekali tidak ada konsentrasi dalam kepalaku untuk mengulik matematika. Keesokan harinya aku lemas dan sempurna sakit dalam menghadapi ujian.

Cerita Kedua
Kuliah Semester Tiga (1)

     Tidak ada ujian yang akan dihadapi seperti sebelumnya, hanya tugas-tugas ringan. Berawal dari kakakku yang menawarkan untuk membuat secangkir kopi, aku tidak langsung mengiyakan tawarannya, dan akhirnya ku iyakan juga tawarannya. Ketika itu bukan secangkir kopi untuk menemani santai di sore hari, melainkan secangkir kopi yang kuharapkan dapat menghangatkan malamku. Ketika kopi itu sedang diseduh dengan sederhana, saat itu juga aku diserang kantuk, kemudia kurebahkan tubuhku sejenak diatas kasur, namun ternyata bunga tidur mendatangiku dengan cepat, aku pun terlelap sementara secangkir kopi sudah mengepul asapnya diatas meja. Aku pun terbangun dan teringan akan secangkir kopi itu, kopi yang sudah tidak lagi hangat. Setelah menghabiskannya, ternyata kantukku masih ada, lalu aku terlela lagi. Kopi yang belum sepenuhnya selesai diproses oleh lambung, kubawanya bersama tidurku. Kemudian apa yang terjadi? Keesokan harinya sempurna aku mulas, dan muntah.

Cerita Ketiga
Kuliah Semester Tiga (2)

     Berbeda dengan kejadian sebelumnya, kejadian ini terjadi saat aku berada jauh dari rumah. Saat itu aku sedang dikejar banyak deadline tugas kuliah, tentunya ketika aku menjalani aktivitas perkuliahan aku akan berada di kostku. Ketika aku berada di kost, aku tidak dapat membuat secangkir kopi, karena tidak ada kompor dan stok kopi. Karena aku yang dikejar deadline, malam itu aku ingin bergadang untuk menyelesaikan semuanya. Aku yang merasa tidak dapat membuka mataku sampai tiba dini hari, merasa butuh kopi untuk menemani, akhirnya kubeli kopi kemasan siap minum di warung. Sampai di kost, sebelum aku membuka tugas-tugaku, kubuka terlebih dahulu kopi kemasan tersebut, kuminum dan aku tidak menyukai rasanya yang dominan susu. Terpaksa kuhabiskan, namun kantuk tetap saja datang, akhirnya aku ketiduran dengan kopi aneh yang belum benar-benar dicerna oleh lambungku. Keesokan harinya, seperti yang sudah-sudah perutku mual ditambah melilit kali ini, namun tanpa ada cairan yang keluar dari mulutku (muntah).

Cerita Keempat
Semasa Menjadi MABA (Mahasiswa Baru)

     Sedikit berjalan mundur, kuceritakan semangatku semasa menjadi mahasiswa baru. Tugas untuk memenuhi syarat OSPEK, atau yang kampusku sebut MPA (Masa Pengenalan Akademik) begitu banyak diberikan. Salah satu yang paling sulit adalah membuat esai, mengapa kukatakan sulit? Karena saat itu pelangi inspirasi sedang menjauh dari kepalaku. Salah satu usaha yang kulakukan untuk mengembalikan pelangi inspirasi itu adalah, membuat secangkir kopi untuk menemani. Sebelum kubuat secangkir kopi itu, aku membuat sebuah kicauan di twitter yang berkaitan dengan kopi dan esai yang akan kubuat. Selesainya aku membuat kopi tersebut, dia yang baru kukenal lewat media sosial yang sama, merespon kicauanku, dan akhirnya kita saling berbalas kicauan dengan topik kopi. Sejak saat itu kami semakin dekat, kurasa.

Cerita Kelima
Kuliah Semester Satu

     Sore hari itu aku bertemu dengannya, sore hari yang teduh dan menyenangkan. Dia yang aku maksudkan disini masih sama dengan dia yang ada di cerita sebelumnya. Sore hari yang teduh dan menyenangkan itu membawa kami menuju sebuah kantin yang siang harinya sudah kukunjungi terlebih dahulu bersama teman-temanku. Aku mengenalkan kantin itu padanya, untuk memenuhi rasa laparnya. Semua berawal dari rasa penasaran kami atas perbedaan darii dua macam minuman kopi yang tercantum dalam menunya, capucino dan moccacino. Akhirnya aku memesan capucino, dan dia memesan moccacino. Meski kami sudah memesan kopi yang berbeda, tetap saja kami tidak dapat membedakan kedua jenis kopi tersebut, meskipun begitu sore yang teduh itu tetap berakhir dengan menyenangkan dan ditutup dengan tawa kami berdua. Dan sejak saat itu kami semakin dekat saja, kurasa.

Selalu begitu.
Dengannya kopi mungkin menjadi tidak masalah bagiku.
Tidak ada efek yang terasa ketika aku menikmati kopi bersamanya, ataupun bersama perbincangan kami melalui dunia maya sekalipun.

Siapa yang ajaib?
Sepertinya dia
dia yang memiliki julukan untukku

"The Coffee Lady"

Apa pun efek yang diberikan cairan kecoklatan, hitam, atau putih bernama kopi itu
aku akan tetap menikmatinya.
Bersamanya disampingku, atau saat duduk sendirian sekali pun menunggu jawabannya atas pesanku.

Kopiku
Kamu
Sejuta cerita

Ftrrzkm.

Cangkir pertama minggu ini
Cangkir kedua minggu ini

Jumat, 20 Februari 2015

Chuunibyou (Jatuh Cinta dengan Yuuta)

kalem banget mukanya :3
sumber: Google
Aku jatuh cinta sejak pandangan pertama.
Aku jatuh cinta pada Yuuta.
Tapi Yuuta cinta sama Rikka.

Yuuta itu tokoh dalam sebuah anime atau kartun jepang yang berjudul Chuunibyou. Yuuta ini ganteng, tinggi, cute, baik, sabar, ah gitu deh pokoknya. Yang bikin jatuh cinta sama Yuuta adalah, cara dia memperlakukan Rikka, sabar banget, dan dia selalu ngelakuin apapun yang bisa bikin Rikka seneng.

Sumber: google

Berulang-ulang nonton anime yang satu ini, tapi enggak pernah bosen dan tetep kebawa suasana ngeliat adegan-adegannya, apa lagi kalo lagi bagian yang sedih, sudahlah berasa ada irisan bawang merah di depan mata. Awalnya agak bingung sama alurnya, tapi lama-lama ngerti juga, dan memang agak susah dijelaskan hehe. Harus nonton sendiri baru bisa paham sama alurnya.

Dapet anime ini tuh waktu kelas tiga SMA, dapet dari seorang teman, dia otaku, wanita jepang, yang sekarang kuliahnya berhubungan sama jepang juga, dia adalah Anggita Octavi Syukma (Cie ang nama lo gue sebut nih haha) :’).  Jadi pas itu benerannya, lagi kerja kelompok latian drama buat ujian praktek Bahasa Inggris gitu, sambil nunggu pemain yang lain jadilah diskusi soal film gitu, pas itu ada aku, Anggita sama Sukma. Tiba-tiba Sukma nanyain Chuunibyou gitu ke Anggita, aku yang ceritanya benerannya enggak ngerti soal anime mulai kepo, dan keluarlah pertanyaan “Eh, apaan sih?”, “Eh ceritanya tentang apa sih?” dan akhirnya malah disuruh nonton sendiri. Dimasukin lah anime nya ke flashdisk yang sekarang itu flashdisknya udh lenyap (ilang). Sampai di rumah langsunglah pindahin animenya ke komputer. Nonton dan akhirnya mengertilah akan jalan ceritanya. Alurnya gini nih: Ngakak-Ngakak-Nangis-Nangis-Ingusan.

pipinya merah :3
Sumber: Google

Di sekolah diskusi soal Chuunibyou lagi dan sampailah pembahasan pada topik bahwa si Chuunibyou ini ada lanjutannya, sontak aku pun histeris. Wajah yuuta kembali terbayang . Pengen buru-buru nonton jadinya.



Lama nunggu Chuunibyou dua keluar. Akhirnya keluar juga tuh Chuunibyou, tapi satu episode satu episode gitu, yasudah akhirnya aku menunggu sampai semuanya terkumpul.

Chuunibyou dua ini akhirnya didapatkan lagi dari seorang teman. Dia adalah pasangan dari Anggita Octavi Syukma, yaitu Kevin Sandi Munggaran (Vin akhirnya nama lo gue sebut hahaha). Dia otaku juga sama seperti Anggi. Di Chuunibyou ini yuuta makin terlihat ganteng aja, sikapnya makin gentle aja, makin bikin jatuh cinta haha^^. Berulang-ulang anime ini di puter, berulang-ulang juga meleleh karna alurnya. Lagi-lagi enggak pernah bosen, padahal udah disuguhin anime lain yang judulnya Nisekoi. Dan ending dari Nisekoi ini masih ngambang, bikin jadi penasaran sama lanjutannya, karna menurut sang pakar, Nisekoi ini bakal ada lanjutannya.

Tokoh lain dari Chuunibyou yang enggak kalah cute adalah kumin senpai. Asli cewek ini imut banget hih, sukanya tidur siang, rada kekanak-kanakan, tapi terkadang dia bijak juga. Selanjutnya  Dekomori pelayannya Rikka, dia yang terkecil disini, rambutnya pajang banget, cantik kalo lagi di gerai rambutnya, lucu, dan dodol. Rikka pacarnya Yuuta, waktu akhirnya mereka jadian/pacaran(?) aku pun iri, ternyata Rikka yang berhasil memenangkan hati Yuuta. Rikka ini imut, kocak, agak tertutup, tegar, dan selalu mau jadi yang terbaik buat yuuta. Nibutani nah awalnya Yuuta terpesona gitu sama Nibu, tapi ya akhirnya tetep dia sama Rikka. Nibu ini cewek yang cantik, aktif, pinter, supel, selalu bikin siapa aja ketawa, sampe-sampe Kumin Sempai pengen bisa nge-lawak kayak Nibu.

Karakter utama di Chuunibyou
Sumber: Google


Jadi kepikiran chuunibyou ini bakal ada yang ketiga atau enggak?

Ya seperti itu lah pokoknya.

Sekian saja basa-basi penuh cinta dari ftrrzkm.

Ceritanya mau bikin warna baru di blog ini.
Tapi ya gitu. Mohon maaf bila kurang berkenan. 

Selasa, 20 Januari 2015

Rectoverso-Resensi Film

Sumber: google
Rectoverso.

Cinta yang tak terucap.

Rectoverso adalah sebuah film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta yang dirilis pada 14 Februari 2013. Film ini diangkat dari novel serta album lagu Dewi Lestari.
Film ini berisikan lima judul film, yaitu:
Sumber: google
  • Malaikat Juga Tahu.
  • Firasat.
  • Cicak di Dinding.
  • Curhat Buat Sahabat.
  • Hanya Isyarat.

Awal mula saya tahu film ini itu dari cover lagunya Firasat yang dinyanyikan raisa di mp3 handphone.
Penasaran sama kata “RectoVerso” akhirnya nyari di google, terus keluar deh hasil pencarian kalo RectoVerso itu sebuah Novel karya Dewi ‘Dee’ Lestari yang diangkat jadi film. Sejak saat itu jadi rajin nanya temen-temen di sekolah, “Punya Novel atau film RectoVerso enggak?”.

Ketertarikan dengan film ini itu bermula dari baca kutipan-kutipan (yang awalnya saya fikir kutipan novelnya semua ternyata ada dari lagu juga), misalnya kayak kutipan lirik lagu yang judulnya Aku Ada

“Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu”. Atau yang ini

“Jingga dibahumu, malam didepanmu. Dan bulan siaga sinari langkahmu. Teruslah berjalan. Teruslah melangkah. Ku tahu kau tahu aku ada”

“Saat pasir tempat mu berpijak pergi ditelan ombak. Akulah lautan memeluk pantai mu erat”

Kutipan lainnya yang saya baca dan bikin tertarik:
“kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima. Menolak, menyangkal Cuma bikin lelah”

“Aku memandangin mu tapa perlu menatap, aku mendengarkan mu tanpa perlu alat. Aku menemui mu tanpa perlu hadir. Aku mencintai mu tapa perlu apa-apa, karna kini ku miliki segalanya”

“Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang”

Masih banyak lagi deh, kutipan-kutipan yang bikin tertarik buat kepo sama film ini. Sampai pada suatu hari dapet juga filmnya, bukan Cuma filmnya aja tapi lagu + ebooknya juga, seneng banget pas itu.

Oke balik ke filmnya :

Malaikat Juga Tahu.
Sutradara - Marcella Zalianty.

Pemeran utamanya : Lukman Sardi sebagai Abang, dan Prisia Nasution sebagai Leia.
Abang adalah anak dari pemilik kost-kostan yang disewa Leia, abang merupakan penderita autism yang jatuh cinta kepada Leia, karna Leia yang paling mengerti abang dan Leia sering menemani abang menghitung bintang-bintang di langit. Bunda (ibu abang) mengetahui mengenai ‘rasa’ yang disimpan abang kepada Leia, awalnya semua berjalan lancar, sampai suatu hari adik abang yang bernama Hans datang dan tinggal bersama di rumah bunda. Hans dan Leia ternyata saling jatuh cinta, hal ini membuat bunda khawatir abang akan terluka jika abang mengetahui hal ini. Bunda pun sadar Leia tidak mungkin berakhir dengan abang.

Seratus sempurna, kamu satu lebih-lebih sempurna-Abang.

Firasat.
Sutradara - Rachel Maryam

Pemeran utama : Asmirandah sebagai senja, dan Dwi Sasono sebagai Panca.
Senja yang tergabung dalam sebuah klub bernama Firasat yang dipimpin oleh Panca. Setiap minggunya di dalam klub ini para anggotanya saling berbagi cerita dan berbagi berbagai pertanda. Menurut panca firasat adalah bagaimana alam berbicara kepada kita, tapi sayang kita tidak pernah memahami, padahal kita semua bisa berdialog dengan alam semesta. Senja jatuh cinta kepada panca. Sampai suatu hari senja memiliki firasat bahwa seseorang akan meninggal, firasat yang dirasakan senja sama seperti firasat yang senja rasakan saat adik dan ayahnya akan meninggal dalam sebuah kecelakaan. Senja pun menjadi sangat ketakutan.

Cicak di Dinding.
Sutradara - Cathy Sharon

Pemeran utama : Yama Carlos sebagai Taja dan Sophia Latjuba sebagai Saras.
Saras dan Taja bertemu disebuah club malam, saat itu Taja sedang sendiri kemudian datang Saras menghampiri Taja dan mengajak berkenalan. Sampai suatu hari Saras dan Taja kembali bertemu dan mereka menghabiskan waktu bersama sambil minum kopi. Saras pun menghilang dari hidup Taja, dan mereka bertemu lagi dalam sebuah pameran karya Taja, dengan membawa kejutan lain.

Kalo kita minum yang pait, kita jadi inget kalo di luar sana masih ada yang manis-Taja

Curhat buat Sahabat.
Sutradara - Olga Lydia

Pemeran utama : Acha Septriasa sebagai Amanda, dan Indra Birowo sebagai Reggie.
Amanda dan Reggie sudah bersahabat sejak lama. Amanda dan Reggie memiliki sifat yang bertolak belakang , Amanda sosok perempuan yang ceria, cerewet, dan supel. Sedangkan Reggie memiliki sifat yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda kapanpun itu. Reggie sosok yang selalu ada untuk Amanda, saat Amanda sedih dan galau karna pacar-pacarnya kuping Reggie selalu ada untuk mendengarkan, saat Amanda terbaring sakit pun Reggie selalu ada. Amanda menyadari bahwa yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayangi dia apa adanya. Dilain pihak, diam-diam Reggie mulai menyadari bahwa cinta yang ia miliki pun sudah terlalu tua untuk dirinya.

Hanya Isyarat.
Sutradara - Happy Salma.

Pemeran utama : Amanda Soekasah sebagai Al.
Al bertemu dengan empat teman barunya dalam sebuah milis, teman-temannya itu bernama Tano, Dali, Bayu dan Raga. Al sering menyendiri, dan Al jatuh cinta pada salah satu diantara empat temannya itu, namun Al hanya dapat mengaguminya dari jauh, hanya dari punggungnya saja. Dalam sebuah permainan mereka berbagi cerita paling sedih, dan karna permainan itu Al semakin sadar jika ia tidak dapat memiliki laki-laki itu selamanya.

Tulisan ini berdasarkan tugas kombun periode 1 bulan januari.

Jumat, 05 Desember 2014

Sisi Positif, Perjalanan Malam.

Perjalanan malam memang menyeramkan, terlebih jika kamu sendirian.
Tapi meski begitu, aku sangat menikmati perjalanan malam yang terjadi semalam.
Sebenarnya tidak dapat dikategorikan malam, ya baiklah agar lebih rinci kita mulai saja.

*Asal-usul perjalanan setelah magrib.
Perjalanan ini terjadi sekitar pukul 18:15 WIB setelah shalat magrib, sebenarnya ini adalah perjalanan diluar rencana. Rencana sebelumnya adalah aku akan di jemput oleh ayah ku kira-kira pukul 15:00 WIB di kostan samping kampus, namun tiba-tiba ayah ku menelfon memberi kabar, katanya kereta kuda besi (baca: Motor) tidak bisa melintasi jalan yang menuju kostan ku, karena terhalang oleh banjir dan aku dianjurkan untuk pulang besok pagi saja. Aku pun bimbang, aku sudah sangat ingin pulang, rasanya akan sangat melelahkan (hati) bila harus menunggu besok pagi.  Akhirnya terpikirlah ide untuk melakukan perjalanan pulang seorang diri menggunakan kendaraan umum setelah selesai shalat magrib, agar perjalanan terasa tenang.

*pemandangan indah yang membuat semakin rindu ibu.
Keluar pintu gerbang kostan, melintasi rumah warga dan berniat membeli minum untuk dijalan, aku menemukan hal yang menakjubkan. Aku melihat seorang ibu sedang mengajarkan anaknya yang masih balita berwudhu. Subhanallah sungguh indah pemandangan itu, tak henti-hentinya aku tersenyum. Semakin rindulah aku kepada ibu ku dirumah ketika melihat pemandangan itu, sehingga semakin semangat lah aku untuk pulang. Langkah ku semakin cepat, meski bulir-bulir keringat mulai membasahi wajah ku, aku tidak peduli. Aku hanya ingin pulang.

*Kerlap-kerlip kombinasi lampu kendaraan dan lampu jalanan.
Di dalam kendaraan,dan  di ketinggian yang membuat jarak pandang ku terhampar luas, selalu kerlap-kerlip lampu kendaraan dan lampu jalanan  mampu membuat ku terpukau, dan selalu mampu membuat senyum ku semakin berkembang menikmati pesona lampu yang berkilauan. Ya memang ramainya kendaraan di jalan raya selalu mencipta macet, dan macet itu membuat stress, membuat waktu banyak terbuang. Tapi coba nikmati agar rasa stress akan waktu yang terbuang itu setidaknya dapat terobati meski hanya sedikit dengan melihat betapa indahnya kerlap-kerlip lampu yang terhampar dijalan raya itu. Melihatnya seperti melihat berlian yang berkilauan, indah, romantis, dan bercahaya, membuat diri terpesona akan indahnya malam tanpa bintang.

*Trans Jakarta dan LDR Raisa
Hal gila yang ku lalui selanjutnya adalah, berdesakan di dalam Trans Jakarta. Sebenarnya itu adalah hal yang biasa, meski Trans Jakarta senantiasa ramai, aku selalu suka menumpang di dalamnya. Dengan berada di dalamnya membuat ku semakin dekat dengan masyarakat sosial, aku bisa mengamati tiap gerak-gerik yang ada dan mengambil hikmah dari kejadian yang dialami oranglain. Perjalanan pulang kali ini seperti biasa aku lalui sambil mendengarkan radio di handphone ku, berharap aku bisa mendapat informasi tentang jalanan yang akan ku lalui. Saat sedang asyik menikmati suasana di dalam Trans Jakarta, lagu yang terputar di radio yang sedang ku dengar adalah lagu dari Raisa yang berjudul LDR, aku ingin tertawa rasanya. Entah mengapa aku merasa hal ini lucu, aku serasa sedang berada dalam pembuatan video dari lagu LDR ini. Alhasil karena aku tidak mungkin tertawa sendirian, aku hanya tersenyum menahan tawa. Bila diceritakan memang tidak lucu, tapi jika diantara kalian (pembaca tulisan ini) ada yang pernah merasakan hal yang sama, mari kita tertawa bersama hahaha X'D .

*Menunggu nomer 18 dan Romantisme anak smp.
Turun dari Trans Jakarta, bukan berarti urusan ku selesai, aku masih harus menunggu angkutan umum nomer 18. Aku pikir semua akan berjalan lancar ternyata, penantian ku akan nomer 18 ini harus berlangsung lama, karena angkutan 18 ini dipenuhi oleh penumpang-penumpang lain. Saat sedang menunggu sambil menikmati kerlap-kerlip lampu kendaraan, perhatian ku terpecah dengan kehadiran anak SMP yang masih berseragam putih-biru padahal jam sudah menunjukan pukul tujuh lewat hampir setengah delapan. Kehadiran mereka awalnya biasa saja bagi ku, sampai aku menemukan sesuatu yang lain, “sepasang dari mereka bergandengan tangan”. Mungkin pemandangan ini sudah biasa di ibu kota kita, tapi buat ku ini menjadi lucu. Bukannya apa-apa, memang pada jamannya hal ini terlihat amat biasa, tapi setelah aku melewati jamannya dan kembali melirik kebelakang rasanya masih belum pantas, usia mereka rasanya masih terlalu belia bahkan untuk hal ini. Lucu dan aku lagi-lagi menahan tawa, entah aku yang norak atau entahlah, yang jelas aku sudah mendapatkan yang ku tunggu, dia si biru 18 yang akan membawa ku pulang.

*Bapak supir angkot, yang mengingatkan perjuangan seorang ayah mencari nafkah.
Di dalam angkot 18 ini, aku kembali mengamati sekitar sambil masih mendengarkan radio di handphoneku. Posisi ku dekat dengan sang supir angkot, saat sedang berada di tengah kemacetan, sang sopir mendapat panggilan telepon dari handphonenya, dan ia pun mengangkatnya. Sepertinya dari anaknya, karena seakan-akan ia berbicara dengan anak kecil mengatakan bahwa ia sebentar lagi akan pulang dan sekarang sedang dijalan. Seketika aku teringat ayah ku, apa waktu aku kecil aku pernah melakukan hal yang sama seperti anak supir angkot itu?, entah mengapa aku tersenyum menyaksikan kejadian kecil yang manis itu. Aku pun kembali pada dunia ku, mengamati jalanan yang terpampang jelas dihadapan ku.

*Home sweet home.
Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya sampai juga aku di rumah. Bertemu bapak dan ibu ku, kakak ku, dan ditambah bertemu dengan anggota keluarga baru (anak kucing) yang sangat lucu. Ah banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan ini, sungguh menyenangkan sekali perjalanan malam hari ini meski lelah dirasa. Semoga saja perjalanan selanjutnya dapat menemukan pelajaran dan pengalaman baru^^, AAMIIN.

Memandang segala sesuatu dari sudut yang posisitif, tentunya akan lebih melegakan dan membuat segalanya menjadi terasa ringan, Tenang tanpa keluh kesah. Ikhlas, berpikir positif, khusnudzan, dan sabar.

ftrrzkm-




Rabu, 08 Oktober 2014

Buku, Pasar Senen, dan Musholah

                “Jangan menilai buku dari luarnya saja” Sering kita mendengar istilah seperti itu, biasanya digunakan dalam hal ‘mengenal’ kepribadian seseorang, namun kini aku ingin mengaplikasikannya pada sebuah pengalaman membahagiakan yang ku temukan disore hari bersama seorang teman. Hari itu aku dan seorang teman bertekad untuk mencari buku penunjang mata kuliah, di pusat buku-buku bekas tepatnya di Pasar Senen. Banyak mahasiswa-mahasiswa yang dengan santainya mencari buku-buku yang diperlukan disana,dengan berbagai alasan sendiri tentunya, termasuk aku. Aku memilih pasar senen sebagai pemeran utama dalam melengkapi buku-buku mata kuliah karena harga disana cukup jauh lebih murah dibandingkan dengan di toko-toko indah berudara AC. Meski memang kualitas buku yang dipunya berbeda, tidak masalah buat ku, karena yang terpenting adalah ‘isi’nya.

                Setelah berkeliling mencari buku yang ternyata akhirnya tidak mendapatkan apa-apa, aku dan teman ku tersebut memutuskan untuk menunaikan sholat ashar, aku pikir akan sulit mencari musholah ditempat itu , ternyata musholah yang dicari-cari terpampang jelas di depan mata, Alhamdulillah. Setelah memasuki musholah teresebut, subhanallah tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan, musholah tersebut bersih dan rapih serta ber-AC, dan yang terpenting tempat wudhunya terpisah antara laki-laki dan perempuan.

                Inilah mengapa aku sebut jangan menilai buku dari luarnya, ternyata pasar senen yang sangat merakyat itu, memiliki musholah yang nyaman dan bersih, melebihi musholah-musholah yang pernah ku temui di tempat wisata-wisata yang bahkan tempat wudhunya bercampuran antara laki-laki dan perempuan. Sangat bersyukur rasanya saat itu, karena jika dipaksa sholat di kostan kemungkinan tidak akan tepat waktu.