Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2018

Visual Empat Tahun Setelahnya

Foto by: ftrrzkm
Empat tahun setelahnya.

Ini Tanah Lot
ketika tidak sedang mengalami pasang air laut.

Ini Tanah Lot
ketika tidak sedang dilanda hujan rintik-rintik.

Begitu cerah bukan?
bahkan sampai teriknya menyengat kulit.


Empat tahun yang lalu
Apakah visualmu sama denganku?
Tanah Lot yang sedang mengalami pasang air laut?
Tanah Lot yang diguyur hujan rintik-rintik?
sampai rintik berganti deras dan membasahi tubuh?

Jika "Ya"

Ini sisi lainnya, kamu lihat saja ya
melalui potretnya yang kuabadikan dalam sebuah foto
Tanah Lot yang sedang cerah ceria.

Inilah Tanah Lot empat tahun setelah hari itu.

Minggu, 02 April 2017

Dibalik Jendela

Dokumentasi Pribadi

Dibalik jendela.
Ada air rintik rintik.
Ada pohon dan bunga yang gembira.
Ada kucing yang meringkuk menghangatkan tubuh di teras.
Dan ada kamu yang menanti aku, mungkin.

Dibalik jendela.
Ada api di perapian.
Ada coklat hangat dalam cangkir kesayangan.
Ada selimut manis yang melilit tubuhmu.
Dan ada kamu yang mengabaikan aku, mungkin.

Perlahan namun pasti
selangkah demi selangkah
aku mendekati pintu
melepas segala kehangatan dalam ruang yang nyaman
untuk menemui kamu
menjemputmu dalam rintik hujan itu.

Saat aku ingin berlalu pergi dari depan pintu
ada kamu berjalan perlahan menghampiriku
membawa payung cantik
dan handuk nan tebal.
Hatiku terasa meledak, sadar bahwa kamu benar peduli padaku.
Kemudian
Dibalik jendela sore itu.
Ditengah rintik hujan nan syahdu.
Ada aku dan kamu saling melepas rindu.

Sangat bersyukur kamu belum berlalu.
Coklat panas dan selimut hangat di dalam sana?
Biarkan menjadi milik kucing yang sedari tadi meringkuk di teras rumahku.
Yang penting, kamu tahu bahwa aku ada untukmu.

Sangat bersyukur ada kamu yang sadar akan keberadaanku.
Penuh dengan kerelaan, meninggalkan singgah sanamu di dalam sana.
Buatku yang penting ada kamu saja, dengan atau tanpan handuk hangat sekalipun.
Itu sudah cukup buatku.

ftrrzkm-

Minggu, 24 Juli 2016

Hujan Pernah Menakutkan




Hujan pernah menakutkan.
Dibalik ketenangan tetesan airnya, hujan pernah menjadi sangat mengerikan.
Membuat diri enggan menengoknya, barang sebentar saja.

Hujan di bulan desember.
Di tepi pantai kuta, memandang punggungmu dari ke jauhan.
Hujan pernah menjadi sangat indah saat bersamamu.
Pernah juga membuatku duduk melipat kaki ketakutan dihadapanmu.
Hujan pernah menjebak kita bersama ditengah badainya.
Dan kini, aku meringkuk sendirian menikmati suara-suara hujan dari luar sana.
Tanpa ada kamu, tanpa mencipta kenangan tentang kita lagi.

Mungkin kamu sudah melupakanku, namaku mungkin.
Tidak masalah, setidaknya hujan bulan desember senantiasa menyimpan titik-titik kenangan kita.
Kenangan kita yang kuanggap milik kita bersama, padahal hanya milikku saja.
Hanya aku yang menganggapnya nyata.

Hujan bulan desember, di balik jendela.
Menyisakan butiran-butiran bening di jendela.
Mencipta embun dingin
tubuh gigil, daun dan tanah yang basah.
Semua itu tetap terasa indah, meski tanpamu lagi.

Hujan di bulan desember.
Pernah menyenangkan.
Pernah meretas duka.
Mencipta ketakutan dalam diri.

Sepertinya aku masih menyimpan sedikit untukmu.
Menyimpan harapan.
seperti langit yang berharap pada hujan dan matahari agar mencipta pelangi setelah hujan.
Atau barangkali tidak sama sekali?

Hujan pernah menakutkan.
Berharap kita yang menakutkan, menjadi cerah ceria pada waktunya.


Ftrrzkm


Kamis, 25 Februari 2016

Hujan Kamis Malam

Sudah kukatakan hujan selalu punya cerita.
Deras dan menyeramkan sekalipun hujan senantiasa mengukir ceritanya.
Kesekian kalinya perihal aku dan kamu
bukan lagi dibawah jaket hitam.

Lebih dari itu mungkin.

Segalanya
diluar dugaan, diluar rencana.
Senyummu seperti hujan, lebat.
Jantungku seperti petir, bergemuruh.
Tubuhku sedingin hujan, beku.
Tubuhku beku, lidahku kelu.

Namun...
Ah.. terimakasih hujan.
Kamis malam ini sungguh menyenangkan bersamamu, hujan.

Meski langit gelap, pelangi tetap terpancar
dalam  senyummu, dan senyumku.
Indah.

Tak lama terdengar pula sebuah kabar gembira mengenai berkahnya hujan malam ini.
Ternyata lengkung pelangi banyak muncul di wajah-wajah lelah malam ini.
Hujan mengusir muram dari wajah.
Mencipta lengkung senyum seindah pelangi.
Berkahnya membuat penat sirna.

Maka aku tak ingin merisaukan lagi hujan yang tidak kunjung henti.
Karena segalanya terbayar ketika muncul cerita untuk kenangan yang baru.

Aku, kamu, dan Hujan.

ftrrzkm

Kamis, 07 Januari 2016

Hujan Turun Lagi


Setelah sekian lama tanahku mengering.
Karena air dari langit enggan menetes sedikitpun.
Semua bersedih karena kering yang telalu lama.
Semua berdoa, semoga awan-awan cepat menangis.

Malam ini, doa sampai pada pengabulan.
Langit mendung, Hujan turun, dan basahlah semua.
Meski hujan hanya rintik-rintik semata.
Setidaknya kemarau mulai beranjak pergi.

Hujan turun lagi.
Dan mataku tidak lagi musim kemarau.
Karena hujan sudah datang membasahi pipi.
kini, saatnya berharap hujan pergi, lalu datang pelangi.

Hujan datang lagi.
Dan tanaman kering bahagia menyambut tiap tetesnya.
Tanahku sudah basah lagi.
Dan langit bisa dihiasi pelangi.
Tentu senyumku sudah kembali
karena kemarau dan hujan sudah berlalu dari mataku.

Hujan di penghujung tahun kembali.
Membawa kabar bahagia tentang kita.
Semoga.

ftrrzkm.